SriwijayaPost/

Konflik Lahan Perkebunan Penyumbang Tertinggi Kasus Agraria

Dari ratusan konflik yang terjadi, konflik di lahan perkebunan masih menjadi penyumbang tertinggi dengan angka mencapai 163 kasus.

Konflik Lahan Perkebunan Penyumbang Tertinggi Kasus Agraria
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Bupati OKU Drs H Kuryana Azis dan Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari menerima cindera mata dari Rektor UNBARA DR Bambang Sulistyo MPd pada Seminar Agraria di Auditorium UNBARA, Senin (31/7)

SRIPOKU.CO, BATURAJA--- Dari ratusan konflik yang terjadi, konflik di lahan perkebunan masih menjadi penyumbang tertinggi dengan angka mencapai 163 konflik pertanahan di Indonesia.

Kemudian disusul sektor properti 117 konflik, dan infrastruktur 100 konflik. Kemudian, 25 konflik terjadi di sektor kehutanan, 21 konflik di sektor tambang, dan masing-masing ada tujuh konflik di sektor migas dan pertanian.

Hal itu terungkap dalam seminar Pananganan Konflik Agraria Mencari Solusi yang Berkeadilan dan Mensejahtrahkan Rakyat.

Seminar yang diselenggarakan oleh FISIP UNBARA (Universitas Baturaja) di Ruang Auditorium UNBARA, Senin (31/7/2017) ini mengambil Solusi Bijak Penyelesaian Konflik Agraria.

Seminar sehari ini dibuka oleh Bupati OKU Drs H Kuryana Azis.

Ketua Penyelenggara, Dra Umi Rachmawati MSi melaporkan seminar diikuti 80 orang terdiri dari camat se OKU, Kades/Kurah dari kecamtan Baturaja Barat, Baturaja Timur, Lubukbatang, Semidangaji, dinas instansi, mahasiswa.

Dihadiri para kepala dinas. instansi dan lembaga terkait dengan agraria.

Sedangkan nara sumber/pemateri yaitu Bupati OKU disampaikan Kabag Adm Pemerintahan Priyatno Darmadi Ssos MSi, Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari dan Kakanwil BPN Sumsel diwakili Kabid Penanganan Sengketa Konflik Perkara dan Pengendalian Pertanahan H Halwani SH MM.

Rektor Universitas Baturaja dalam sambutannya DR Bambang Sulistyo MPd dalam sambutan menyampaikan, di tahun 2016 sedikitnya terjadi 450 konflik agraria dengan luasan wilayah 1.265.027 hektar dan melibatkan 86.745 KK yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesiasedangkan tahun sebelumnya tercatat hanya 252 konflik.

Dari ratusan konflik yang terjadi, konflik di lahan perkebunan masih menjadi penyumbang tertinggi dengan angka mencapai 163 konflik disusul sektor properti 117 konflik, dan infrastruktur 100 konflik.

Halaman
12
Penulis: Leni Juwita
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help