SriwijayaPost/

Kemarau Datang, Enam Kecamatan di OKI Rawan Karhutla

Kecamatan yang rawan terjadi Karhutla yakni, Air Sugihan, Cengal, Sungai Menang, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam dan Tanjung Lubuk.

Kemarau Datang, Enam Kecamatan di OKI Rawan Karhutla
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Bupati OKI H Iskandar SE didampingi Dandim OKI/OI Letkol Inf Sefrianizar SSos, Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH SIk, Tri Prayogi dari Manggala Agni 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Bila sebelumnya hanya 5 kecamatan di Kabupaten OKI yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kini jumlahnya meluas menjadi 6 kecamatan.

Semua stakeholder kini sedang fokus dan siaga 1 terhadap wilayah rawan kebakaran.
Bupati OKI H Iskandar SE didampingi Dandim OKI/OI Letkol Inf Sefrianizar SSos, Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH SIk, Tri Proyogi dari Manggala Akni, usai rapat antisipasi Karhutla, Senin (31/7/2017).

Diuraikan Iskandar, kecamatan yang rawan terjadi Karhutla yakni, Kecamatan Air Sugihan, Cengal, Sungai Menang, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam dan Tanjung Lubuk.

"Juga sebagai Kecamatan Pedamaran dan Pedamaran Timur yang juga menjadi perhatian," ujar Iskandar.

Iskandar juga memjelaskan, sejak awal tahun seluruh stakeholder di OKI telah siaga 3 dan siaga 2. Namun mulai pertengahan tahun kesiagaan ditingkatkan menjadi siaga 1.

Alasan kini siaga 1, karena sesuai laporan BMKG, saat ini wilayah OKI dan sekitarnya masuk masa kemarau sehingga sangat rawan.

Diharapkan, Stakeholder itu diantaranya BPBD OKI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan tim perusahaan harus tetap waspada dan berjaga.

"Mereka dikomandoi Kapolres untuk turun ke lapangan berdampingan dengan perusahaan dan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan," ucap Iskandar yang tak ketinggalan dari Kodim 0402/OKI selalu siap di lapangan bersama masyarakat.

"Untuk 6 kecamatan itu memang selama ini menjadi penyumbang api terbesar saat Karhutla tahun 2014-2015," ulas Iskandar.

Untuk dana pencegahan Karhutla? Pemkab OKI telah menganggarkan dana Rp 3 milyar dari APBD OKI tahun ini. Dana itu bersumber di BPBD OKI, Dinas Perkebunan OKI, Dinas Kehutanan OKI dan SKPD lainnya.

Dandim OKI/OI Letkol Inf Sefrianizar SSos mengatakan, kebakaran hutan yang menjadi perhatian penuh, karena ini perintah pimpinan dan kerjasama dengan pemerintah untuk sama-sama mencegah kebakaran sebelum terbakar.

"Tugas dari TNI, mencegah kebakaran bukan memadamkan kebakaran. Untuk itu, diminta kepada masyarakat agar jangan sampai membuat dan membakar kebun atau lahan kosong," harap Dandim didampingi Kapolres

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help