SriwijayaPost/

Awas! Benda Ini Sepele tapi Bisa Bikin Meledak

Harga segel karet ini di pasaran dijual sekitar Rp 125 yang ber-SNI sedangkan Rp 58-60 untuk segel karet tidak ber-SNI

Awas! Benda Ini Sepele tapi Bisa Bikin Meledak
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Karet tabung gas berlabel SNI 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Direktorat Reskrim Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel mengamankan total 54 ribu butir segel karet (rubber seal) tabung gas, yang dinyatakan tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).

Puluhan ribu segel karet itu disita dari dua perusahaan yakni PT Piranti Nusa Energi Persada (BUMD) sebanyak 22 ribu butir dan PT Patra Trading (Anak Perusahaan Pertamina Patra Niaga) sebanyak 32 ribu butir.

"Memang sepele, tapi bisa membahayakan masyarakat. Jika gasnya keluar (karena segel karet) dan meledak, jelas masyarakat juga jadi korban. Makanya ini kita ambil tindakan," kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat rilis di Mapolda Sumsel, Senin (31/7/2017).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto (kedua dari kiri), memperlihatkan segel karet tabung gas tidak berlabel SNI yang berhasil disita dari dua perusahaan, Senin (31/7/2017).
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto (kedua dari kiri), memperlihatkan segel karet tabung gas tidak berlabel SNI yang berhasil disita dari dua perusahaan, Senin (31/7/2017). (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)

Dari data yang dihimpun Sripoku.com, kronologis penyitaan segel karet tidak berlabel SNI itu dilakukan pada 14 Juni lalu.

Dimana penyidik mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) PT Piranti Nusa Energi Persada di Jalan Palembang-Indralaya Km dan SPBBE PT Patra Trading di Jalan Selatan Pulau Layang No 1 Plaju Palembang.

Di kedua tempat ini petugas melakukan pemeriksaan dan didapatkam segel karet tabung gas yang ternyata tidak berlabel SNI.

"Anggota kita memonitor hampir satu bulan sebelum akhirnya mengambil tindakan," kata Agung didampingi oleh Direktur Reskrimsus, Irawan David Syah.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan sementara juga diketahui bahwa modus operandi kedua perusahaan tersebut berbeda-beda, dimana PT Piranti menyebut kalau sedang kehabisan stok karet ber-SNI.

Karet tabung gas berlabel SNI
Karet tabung gas berlabel SNI (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)

Diketahui juga karet perekat tidak ber-SNI tersebut sudah dipasang 11 ribu dan telah dipasarkan ke masyarakat.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help