SriwijayaPost/

Disabilitas Masih Dipandang Obyek Belas Kasihan

Masyarakat kita harus dicerahkan. Harus diubah. Bukan penyakit dan harus dikasihani. Tidak akan membikin maju," ungkap Tolhas

Disabilitas Masih Dipandang Obyek Belas Kasihan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Penasihat hak azazi penyandang disabilitas - Agenda Tolhas Damanik M.Ed memberikan materi tentang memahami disabilitas dan hak politiknya pada pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu Akses KPUD Provinsi Sumsel di Hotel Arista, Jumat (28/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penasihat hak azazi penyandang disabilitas - Agenda Tolhas Damanik MEd berharap perlu diubah pola pikir masyarakat yang memandang disabilitas sebagai obyek belas kasihani.

"Masih di nomor 1 dan 2. Masyarakat kita harus dicerahkan. Harus diubah. Bukan penyakit dan harus dikasihani. Tidak akan membikin maju," ungkap Tolhas Damanik MEd saat memberikan materi tentang memahami disabilitas dan hak politiknya pada pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu Akses KPUD Provinsi Sumsel, di Hotel Arista, Jumat (28/7/2017).

Pendekatan terhadap disabilitas ada: 1. Medical Model. Disabilitas adalah kondisi kesehatan seseorang. 2. Charity Model. Penyandang disabilitas dianggap sebagai obyek belas kasihan/harus dibantu. 3. Social Model. Disabilitas ada saat masyarakat tidak mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas. 4. Right Based Model. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti non disabilitas dalam kehidupannya (CRPD).

Dalam UU No 7 2016 Pasal 1, disabilitas adalah setiap oranf yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

"Biar teman-teman media tidak salah, coba apa itu disabilitas. Yang suka dilupakan itu inter aksi dengan lingkungan. Kondisi disabilitas tidak dalam berdiri sendiri. Ada nggak orang sebelum dia lahir bakal tidak disabilitas? Kondisi keunikan, bagian dari kodrat, ada pengaruh lingkungan. Disabiltas suka fikasih duit saja. Padahal bisa mandiri dan survive. Mereka sekolah, berprestasi, hidup seperti lainnya. Ketika orang berpikir disabilitas itu merupakan bagian dari kodrat atau takdir maka lingkungan akan merespon," kata Tolhas Damanik MEd.

Sementara Ketua KPU Sumsel H Aspahani SE Ak MM CA mensupport adanya kegiatan pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu Akses KPUD Provinsi Sumsel.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help