SriwijayaPost/

Dosen Geografi Universitas PGRI Lakukan Ini untuk Program Pengabdian Masyarakat

Untuk menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, semua dosen Universitas PGRI Palembang rutin menjalankan pengabdian masyarakat.

Dosen Geografi Universitas PGRI Lakukan Ini untuk Program Pengabdian Masyarakat
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Ketua LPPkMK UPGRI, Dr Nila Kesumawati MSi saat membuka PkM di SMA Negeri 7 Palembang, Selasa (25/7). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Untuk menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, semua dosen Universitas PGRI Palembang rutin menjalankan pengabdian masyarakat.

Setiap dosen punya cara sendiri untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh dosen FKIP geografi UPGRI ini membantu masyarakat memahami dampak fenomena air pasang di Sepanjang Sungai Musi.

Seketrtaris Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama (LPPkMK), Nur Ahyani, di sela-sela sosialisasi dampak fenomena air pasang di daerah sepanjang Sungai Musi di SMA Negeri 7 Palembang, Selasa (25/7), mengatakan, dosen-dosen program studi geografi UPGRI membantu masyarakat sekitar khususnya siswa SMA Negeri 7 Palembang untuk memahami dampak dari fenomena air pasang.

"Pengabdian ini dilakukan hasil dari penelitian para dosen dan diaplikasikan kepada masyarakat dengan bentuk pengabdian. Karena daerah ini rentan terkena air pasang. Ada lima orang dosen geografi yang akan memberikan materi tentang air pasang ini," ujarnya.

Ahyani mengatakan, pentingnya diberikan pengetahuan ini karena air pasang mempunyai beberapa dampak negatif, yaitu menimbulkan penyakit malaria, DBD, diare, banyaknya hewan seperti biawak, ular, dan kepi akan kembali ke darat.

"Dalam kegiatan ini para dosen juga memberikan solusi untuk meminimalisasi resiko yang ditimbulkan akibat air pasang, misalnya membersihkan sampah di sungai, menanam pohon untuk menambah resapan air, memantau informasi dari media massa, membuag sampah pada tempatnya, menghindari arus kencang, menyiapkan emergency bag, mematikan listrik, dan mengihindari hewan," ujarnya.

Ahyani mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pengamalan Tridarma Perguruan Tinggi, yakni melakukan pengabdian kepada masyarakat.

"Kegiatan ini wajib dilakukan oleh semua dosen perguruan tinggi, selain melakukan pendidikan dan penelitian," ujarnya.

Pengabdian kepada masyarakat ini untuk semua fakultas, baik itu fakultas yang bersifat akademik maupun yang bersifat non akademik.

"Mereka para dosen harus melakukan kegiatan ini di luar kampus atau di masyarakat memberikan ilmu pengetahuan sesuai disiplin ilmunya. Ini juga dalam rangka peningkatan kualitas dosen untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, dan juga untuk kepentingan masyarakat dapat menerapkan ilmunya baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help