SriwijayaPost/

Langkah Pemkab Sidoarjo dalam Meraih 2 Juta Wisatawan ke Lumpur Lapindo

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sidoarjo menargetkan 2 juta wisatawan berkunjung ke Kota Delta. Terutama ke kawasan

Langkah Pemkab Sidoarjo dalam Meraih 2 Juta Wisatawan ke Lumpur Lapindo
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Wisatawan berada di kolam lumpur Lapindo yang di pasangi instalasi berjudul Survivor di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (28/5/2015). HIngga saat ini masih menyisakan permasalahan ganti rugi warga yang menjadi korban. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH) 28-05-2015 

SRIPOKU.COM SIDOARJO - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sidoarjo menargetkan 2 juta wisatawan berkunjung ke Kota Delta. Terutama ke kawasan lumpur Lapindo dan sentra tas-sepatu kulit Tanggulangin.

Berita Lainnya:
Untuk Material Bangunan, Pemerintah Manfaatkan Lumpur Lapindo

Kepala Disporabudpar Sidoarjo, Djoko Supriyadi, mengatakan kunjungan wisatawan ke Sidoarjo pada 2016 mencapai 1,8 juta wisatawan. Angka itu ditargetkan naik 200.000 wisatawan sampai akhir 2017 ini.

"Kami optimistis tembus 2 juta wisatawan, sebab sampai semester pertama ini sudah tembus 60 persen dari target," kata Djoko di Sidoarjo, Minggu (23/7/2017).

Djoko menuturkan pihaknya akan mempercantik beberapa spot di kawasan lumpur Lapindo agar wisatawan bisa lebih nyaman mengujungi fenomena alam tersebut.

Spot itu nanti dipercantik dan juga diberi beberapa fasilitas sarana dan prasarana seperti MCK agar wisatawan bisa merasa nyaman.

Kawasan semburan Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (23/5)
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Kawasan semburan Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (23/5)

"Kami tengah kaji titik-titik yang akan dijadikan landscape unggulan di lumpur Lapindo. Agar wisatawan bisa berfoto dengan bagus," sambungnya.

Untuk kawasan Tanggulangin, menurut Djoko, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengurus Koperasi Intako agar bisa memberikan diskon-diskon khusus produk-produknya kepada wisatawan.

Ia menjelaskan, destinasi wisata di Sidoarjo berbeda dengan daerah lain. Sidoarjo tak memiliki lansekap alam yang indah, namun memiliki basis UMKM yang kuat. Oleh karena itu potensi wisata unggulan Sidoarjo berkonsep wisata belanja, yaitu berbelanja di sentra UMKM.

"Wisatawan perlu dirangsang dengan adanya diskon-diskon khusus. Ini yang tengah kami bicarakan dengan Intako," paparnya.

Baik lumpur Lapindo dan Intako sendiri juga masuk nominasi dalam ajang Anugerah Pariwisata Indonesia Award (APIA) 2017. Adanya nominasi ini diprediksi akan mendongkrak kunjungan wisata tersebut.

KA Lodaya melintasi kawasan tanggul penahan Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (23/5/2017).
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA KA Lodaya melintasi kawasan tanggul penahan Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (23/5/2017).

Terpisah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sidoarjo, Supomo, mendukung penuh upaya peningkatan jumlah wisatawan tersebut. Selain mendorong perekonomian masyarakat, banyaknya wisatawan juga mendatangkan pemasukan bagi PAD.

Terkait lumpur Lapindo dan Intako Tanggulangin, Supomo menilai kawasan tersebut merupakan tempat strategis. Wisatawan yang akan ke Bromo atau ke Malang pasti melewati kawasan ini jika berangkat dari Surabaya.

"Kami akan kerja sama juga dengan pengusaha travel untuk memasukkan lumpur Lapindo dan Intako Tanggulangin ke dalam agenda perjalanan wisata mereka," tambah Supomo. (Surya)

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://travel.kompas.com/ dengan Judul:
Ini Langkah Pemkab Sidoarjo Raih 2 Juta Wisatawan ke Lumpur Lapindo

// = 1200000) // 20 Menit .reload(true); else setTimeout(refresh, 10000); } setTimeout(refresh, 10000); // ]]>
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help