SriwijayaPost/

Full Day School

Soal Full Day School, Khofifah Sarankan Mendikbud dan Menag Buat Konsensus

Ribuan warga Nahdlatul Ulama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/7/2017) siang, menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan program Penguatan Pendidik

Soal Full Day School, Khofifah Sarankan Mendikbud dan Menag Buat Konsensus
TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. 

SRIPOKU.COM , AMBARAWA - Ribuan warga Nahdlatul Ulama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/7/2017) siang, menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan program Penguatan Pendidikan Karakter yang dulu disebut Full Day School.

Berita Lainnya:
Wacana Full Day School Masih Terkendala Fasilitas, Ini Alasannya

Menanggapi hal ini, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua Umum Muslimat NU mengaku sudah pernah menyampaikan saran kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar segera membangun konsensus bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim.

Khofifah tidak menampik ada kekhawatiran yang besar di kalangan NU bahwa kebijakan tersebut akan mengancam eksistensi Madrasah Diniyah yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

"Mereka harus merasa terjamin, tidak ada ancaman bahwa apa yang sebetulnya sedang diprakarsai oleh Kemendikbud itu dipastikan tidak akan mematikan Madrasah Diniyah, perlu ada kesepakatan bersama segera," kata Khofifah di sela kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Halaman Kantor Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, Jumat.

Menurut Khofifah, kesepahaman antarkedua menteri diperlukan karena keberadaan Madrasah Diniyah berada di bawah kordinasi Kemenag.

Kesepakatan yang telah dicapai juga perlu segera disosialisasikan kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan gejolak.

Khofifah mengaku saran itu sudah ia sampaikan juga kepada Menteri Agama.

"Tadi juga saya sama Menteri Agama (saya sampaikan) harus disegerakan kesepakatan bersama antara Menteri Pendidikan dan Menteri Agama supaya ada kepastian (program) ini tidak mengancam Madrasah Diniyah. Katanya segera mereka koordinasi," ujarnya.

Ribuan warga Nahdliyin di Kota Semarang melakukan unjuk rasa menolak kebijakan lima hari sekolah dengan durasi delapan jam setiap hari.

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help