SriwijayaPost/

Disdik Sumsel Terjerat OTT

Selain Asni, Empat Pegawai Disdik Sumsel Ikut Diperiksa di Mapolda Sumsel

Kita bertahap, A dulu, kemudian Kasi-nya, Kabid dan staf yang lain untuk dilakukan kroscek dan konfrontir.

Selain Asni, Empat Pegawai Disdik Sumsel Ikut Diperiksa di Mapolda Sumsel
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Kelima pegawai Disdik Sumsel diperiksa di Mapolda Sumsel, terkait pungli yang dilakukan Asni yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (21/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah menetapkan Asni sebagai tersangka, Polda Sumsel akan terus mengembangkan kasus pungli terkait sertifikasi guru di Dinas Pendidikan Sumsel.

Selain Asni, masih ada empat pegawai Disdik Sumsel lainnya yang saat ini diperiksa di Mapolda Sumsel yakni; Kabid PTK, Syarial Effendi; Kasi PTK SMA, Kusdi Nawar; Kasi PTK SMK, Feri Nursyamsu serta staf PTK SMA, Eka Diani.

Penyidik melakukan pemeriksaan tertutup secara marathon di ruangan Unit IV Subdit III Ditreskrimum.

Bahkan hingga selesai Salat Jumat pun pemeriksaan masih berlangsung.

"Kita bertahap, A dulu, kemudian Kasi-nya, Kabid dan staf yang lain untuk dilakukan kroscek dan konfrontir. Kita masih lakukan pendalaman, sebelum menetapkan adanya tersangka lain," katanya, Jumat (21/7/2017).

Seperti diketahui, Tim Sapuh Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sumsel melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Kamis (20/7/2017) sejak pukul 7.30 WIB hingga sore pukul 15.00 WIB.

Oknum Staf Pendidik dan Tenaga Pendidikan Disdik Sumsel, Asni (45) diamankan bersama barang bukti uang hasil pungli sebesar Rp 16,5 juta, yang diberikan sebagai pelicin untuk menerbitkan sertifikasi dari para guru.

"Saat ini sudah 24 jam, Asni sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ucap Kapolda.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help