BREAKING NEWS: Diduga Minum Miras Oplosan, 3 Warga Sematang Borang Tewas, 2 Dirawat

Dua warga RT3 atas nama Sumbudi dan Hambali meninggal pada hari Selasa (18/7/2017) dan satu orang lainnya warga RT7 atas nama Agus Mat meninggal Rabu

Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Sudarwan
Shutterstock
Ilustrasi mabuk. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tiga warga Jalan Kertaraharja RT3/RW1 Srimulya, Sematang Borang, Palembang dikabarkan meninggal dunia, diduga akibat menenggak minuman keras yang dioplos dengan minuman ringan saat acara organ tunggal, Minggu (19/7/2017).

Dari data yang dihimpun Sripoku.com, ketiga warga tersebut meninggal di hari berbeda.

Dua warga RT3 atas nama Sumbudi dan Hambali meninggal pada hari Selasa (18/7/2017) dan satu orang lainnya warga RT7 atas nama Agus Mat meninggal Rabu (19/7/2017).

Diketahui pula dua warga lainnya, Pardi dan Taufik masih dirawat di Rumah Sakit Pusri dan RS Muhammad Husein Palembang.

Suasana di rumah duka Sumbudi, korban yang meninggal dunia akibat diduga miras oplosan, Rabu (19/7/2017).
Suasana di rumah duka Sumbudi, korban yang meninggal dunia akibat diduga miras oplosan, Rabu (19/7/2017). (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)

Sepupu Sambudi, Solihin (46), mengatakan korban meninggal dunia usai minum-minuman keras oplosan bersama rekan-rekannya.

Adapun miras yang dikonsumsi jenis vodka dan dioplos sendiri dengan minuman ringan.

Mereka membeli minuman itu dari toko di sekitar kejadian.

"Dari keterangan pihak rumah sakit, meninggalnya karena minuman keras," ucapnya saat ditemui di rumah duka.

Ibu kandung Sambudi, menambahkan sebelum anaknya meninggal dunia sudah ada gejala seperti orang keracunan karena sering muntah-muntah dan sakit perut.

Namun ia sendiri tidak mengetahui keseharian anaknya, apakah suka mengkonsumsi miras atau tidak.

"Kalau itu saya tidak tahu," ucapnya singkat dan langsung dibawa masuk salah satu keluarganya ke dalam rumah.

Ketua RT 03, Samid pun membenarkan kalau ada dua meninggal warganya yang meninggal dunia.

Sebelum dimakamkan, diketahui pula kalau di tubuh jenazah juga banyak bekas kerokan.

"Saya tidak tahu kejadian seperti apa, saya hanya bantu memandikan jenazah," ucap pria yang sehari-hari tugas bilal ini.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved