SriwijayaPost/

Tersangka Novanto

Siang Ini Golkar Tentukan Nasib Status Tersangka Novanto

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dijadwalkan menggelar rapat pleno pada Selasa (18/7/2017) pukul 13.30 WIB,

Siang Ini Golkar Tentukan Nasib Status Tersangka Novanto
kompas.com
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dijadwalkan menggelar rapat pleno pada Selasa (18/7/2017) pukul 13.30 WIB, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa dan Sumatera Partai Golkar Nusron Wahid menyatakan, rapat akan membahas kelanjutan sejumlah agenda politik ke depan yang telah dirancang partai, setelah Ketua Umum Golkar Setya Novanto menjadi tersangka KPK.

"Kami akan memastikan agenda politik seperti persiapan pilkada 2018 tetap solid sesuai dengan term and condition yang telah ditentukan. Pileg juga tidak boleh terganggu," ujar Nusron di depan kediaman Novanto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017) dini hari.

"Apalagi kami sedang menghadapi agenda politik maha penting, pengambilan keputusan RUU Pemilu, Pileg, dan verifikasi parpol. Ini agenda penting yang menyangkut masa depan partai," lanjut Nusron.

Selain memastikan agenda politik yang telah disusun berjalan lancar, rapat pleno DPP Golkar juga akan membahas soliditas partai setelah Novanto berstatus tersangka.

Isu soliditas, kata Nusron, menjadi penting dibahas karena Golkar merupakan partai yang terdiri dari banyak elemen di masyarakat.

"Golkar ini kan seperti bapak-bapak tahu, banyak variasi. Enggak ada kasus seperti ini pun dinamikanya tinggi, apalagi ada kasus seperti ini. Bicara Golkar itu bicara mikrokosmos Indonesia. Elemennya banyak dan masing-masing merasa orang merdeka," tutur Nusron.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung sebelumnya mengatakan, Golkar harus segera melakukan konsolidasi pascapenetapan tersangka Novanto.

Menurut Akbar, dengan status tersangka, Novanto tidak mungkin lagi bisa menjalankan tugas sebagai pemimpin parpol.

Sementara parpol sedang menghadapi agenda politik pemilu serentak 2018 dan pemilu 2019.

Halaman
12
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help