SriwijayaPost/

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua, Jika Anak Bertanya Soal Seks

Inilah ada 8 hal yang mesti diperhatikan untuk memberi pendidikan seks bagi si kecil.

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua, Jika Anak Bertanya Soal Seks
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Di era sekarang ini, banyak yang bilang bahwa anak kecil sudah sangat kritis dalam menyikapi sesuatu.

Segala sesuatu ia pertanyakan; mulai dari kenapa balon bisa meletus hingga kenapa perempuan punya vagina dan laki-laki punya penis.

Ingat, setidaknya ada 8 hal yang mesti diperhatikan untuk memberi pendidikan seks bagi si kecil.

1. Jawaban pertanyaan seputar pendidikan seks sebaiknya diberikan oleh orang tua, agar bisa saling melengkapi.

2. Berikan informasi cukup yang benar ingin diketahui anak. Informasi yang diberikan melebihi atau kurang dari yang ingin diketahui justru akan membuat anak bingung dan tidak bisa menyaring informasi yang benar diperlukan.

3. Jadilah orang tua sebagai tempat untuk bertanya jangan sampai anak memperoleh informasi dari luar yang mungkin malah menyesatkan.

4. Jawablah pertanyaan sesegera mungkin begitu diajukan. Hal ini akan membangun pemahaman anak setahap demi setahap.

5. Jawablah pertanyaan secara jujur.Di sini rasa ingin tahu akan terpuaskan dan akan membangun rasa percaya diri anak.

6. Istilah sehari-hari (umum dan dikenal selama ini) yang dipakai orang tua untuk pendidikan seks tidak selalu salah. Namun orang tua hendaknya juga mengenai istilah yang dipakai mereka mengingat kebanyakan anak memperoleh perbendaharaan kata melalui:

- ciptaan mereka sendiri.
- dari ayah-ibunya yang telah menjawab pertanyaan mereka.
- dari lingkungan teman-temannya.
- dari orang tua yang mengajarkan anak istilah yang tepat/ilmiah.
Namun masyarakat modern saat ini lebih memilih istilah yang bersifat ilmiah dan benar. Manfaat yang diperoleh adalah anak menjadi terbiasa/tidakasing lagi.

7. Jika tidak dapat menjelaskan/tidak tahu jawabannya, katakan secara jujur agar anak percaya pada kita. Sebagai solusinya bersama anak, carilah di buku atau kamus. Atau konsultasikan pada pakarnya.

8. Sebaiknya tidak menanggapi pertanyaan anak secara emosional. Cobalah menyelami pandangan anak mengapa ia bertanya seperti itu. Dengan demikian kita akan  lebih terlibat dalam rasa ingin tahu anak. (Dra. Puji Prianto, Psi.)

( Seperti pernah dimuat di Buku Kumpulan Artikel Psikologi Anak 3 – Intisari )

Editor: Budi Darmawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help