SriwijayaPost/

Sambut Asian Games, 90 Instruktur Sumsel-Bengkulu Upgrade Kemampuan dan Siap Tarung

"Sebab apa artinya status tanpa kemampuan dan apa arti serfikat jika hanya selembar kertas, jika tidak memiliki kemampuan,”

Sambut Asian Games, 90 Instruktur Sumsel-Bengkulu Upgrade Kemampuan dan Siap Tarung
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Dewi Indriarti, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker), bersama Kabid Latas, dan Tim Penyelia saat membuka acara Kompetensi Keterampilan Instruktur VI Nasional Regional Sumatera Selatan dan Bengkulu Tahun 2017, di Hotel Maxone Palembang, Minggu malam 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Menyambut Asian Games 2018, sebanyak 90 instruktur dan 45 wasit dan juri menjalani Kegiatan Kompetensi Keterampilan Instruktur VI Nasional Regional Sumatera Selatan dan Bengkulu Tahun 2017, di Hotel Maxone Palembang.

Ajang ini bagian dari Asian Skill Competition, jika sebelumnya adalah siswa, maka ini yang akan mengikuti kompetisi ada para instruktur. Pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan juga menjadi wakil Sumsel untuk berkompetisi di tingkat nasional di Semarang Agustus mendatang.

Hadir dalam pembukaan ini, Dewi Indriarti, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumsel dan jajaran, kemudian ada Tim Penyelia dari Depnakertrans serta para peserta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumsel mengucapkan selamat datang kepada peserta baik dari Bengkulu maupun Sumsel. Dia mengatakan, sebagai salah satu dari tuan rumah Asian Games, Sumsel memang perlu meningkatkan kompentensi intruktur, ini untuk menjawab tantangan maskin pesatnya perkembangan Era Modern.

Ia menjelaskan kedudukan penting seorang instruktur dalam setiap workshop yang diadakan Unit Pelaksana Teknis Daerah.

“Sebab apa artinya workshop tanpa instruktur. Maka sangat pentingnya kedudukan instruktur. Maka itu melalui kegiatan ini adalah kesempatan instruktur untuk ‘mengupgrade’ kemampuan. Menimba pengetahuan untuk dapat diturunkan kepada siswa-siswa pada saat instruktur kembali bertugas posisi masing-masing usai kompetensi keterampilan ini,” ujar Dewi.

Dewi Indriarti, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumsel memberikan penyematan tanda peserta.
Dewi Indriarti, SH, M.Hum, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumsel memberikan penyematan tanda peserta. (SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA)

Sebab Dewi menegaskan bahwa sudah eranya setiap profesi mempunyai sertifikasi sehingga setiap instruktur harus berkompetensi.

“Instruktur harus mempunyai semangat tinggi dan berpikir positif untuk mengembangkan diri." kata Tegas Kadisnakertrans..

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara, Ahmad Syafik, SH dalam laporannya mengatakan bahwa, total ada 9 bidang dengan total ada 90 orang yang mengikuti kegiatan ini yaitu IT Software Solution For Business, Welding, Electrical Instalation, Fashion Technologi, Mechanical, Engineering Design CAD, Electronics, Automobile Technology Refrigeration & AC dan Design Graphics Technology.

“Kegiatan ini akan berlangsung 3 hari dari tanggal 17 s.d 19 Juli 2017 di Balai Latihan Kerja (BLK),” ujar Syafik.

Sementara itu, Belman Hutaganung Tim Penyelia dari Depnakertrans mengatakan, ajang ini bagian dari Asian Skill Competition, jika sebelumnya adalah siswa, maka ini yang akan mengikuti kompetisi ada para instruktur. "Pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan juga menjadi wakil Sumsel untuk berkompetisi di tingkat nasional di Semarang Agustus mendatang." ujarnya.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help