SriwijayaPost/

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2017 Ditiadakan. Ini Alasannya

Kasi STNK ditlantas Polda Sumsel Kompol Irwan Andeta Sik membenarkan bahwa Tahun 2017 ini tidak ada program pemutihan pajak kendaraan daerah di Samsat

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2017 Ditiadakan. Ini Alasannya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kabapenda Sumsel, H Marwan Fansuri SSos MM 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Bapenda Provinsi Sumsel Marwan Fansuri SSos MM menyatakan kebijakan program pemutihan pajak kendaraan bermotor tahun 2017 ditiadakan.

"Dikarenakan program tersebut baru dilaksanakan tahun 2016 yang silam dan program tersebut dinilai tidak mendidik masyarakat. Tak hanya itu, program tersebut juga dinilai berdampak kurang baik untuk keuangan pemerintah daerah mengingat sumber PAD Salah satu pemasukan bagi daerah kita Provinsi Sumsel," ungkap Marwan didampingi KUPTB Puslia, H Shofian Aripanca, KUPTB Palembang I Alkala Zamora SE MM, KUPTB Palembang II Herryandi Sinulingga AP usai rapat hari ini di ruang rapat Bapenda bersama-sama Tim Samsat, Senin (17/7/2017).

Sementara Dirlantas Polda Sumsel melalui Kasi STNK ditlantas Polda Sumsel Kompol Irwan Andeta Sik membenarkan bahwa Tahun 2017 ini tidak ada program pemutihan pajak kendaraan daerah di Samsat.

Untuk itu diharapkan seluruh masyarakat sumsel yang memiliki kendaraan bermotor untuk patuh dan disiplin untuk segera membayarkan pajak kendaraannya, sekaligus pengesahaan STNK yang merupakan penghasilan Negara bukan Pajak (PNBP) atas implementasi aturan PP no 60 Tahun 2017.

“Jadi, tahun ini tidak ada kebijakan pemutihan. Itu dilakukan karena merusak tatanan keuangan daerah dan tak mendidik masyarakat,” ujar Irwan.

Namun, karena adanya beberapa alasan yang dinilai tidak baik tersebut, pihaknya tetap melakukan upaya untuk meningkatkan PAD.

Upaya yang dilakukan bersama stake holder samsat baik bapenda kepolisian daerah Sumsel dan jasa raharja, lanjut dia, tetap melakukan upaya dan penyempurnaan layanan samsat secara bersama sama membuat terobosan layanan memudahkan wajib pajak (WP) kendaraan bermotor untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan baik roda dua maupun roda empat dengan termasuk bersama-sama membuka Samsat Kelurahan dan Samsat Desa sebagaimana program Kapolri yang akan diterapkan di Sumsel.

“Dengan program ini, nanti minimal kami akan membuka dua samsat desa di daerah Tuguluyo dan Sungai lilin, dan program ini akan bekerjasama dengan bank sumsel babel, Bapenda Provinsi Sumsel dan Jasa Raharja Cabang Sumsel," ujarnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help