SriwijayaPost/

Mengerikan, Warga PALI Ini Terkena Penyakit Ganas dan Langka, Kasusnya 10 Perbandingan 1 Juta.

Penyakit yang diidap Supriyanto (42) warga Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi merupakan tumor ganas dan tergolong langka.

Mengerikan, Warga PALI Ini Terkena Penyakit Ganas dan Langka, Kasusnya 10 Perbandingan 1 Juta.
TRIBUN SUMSEL/ARI WIBOWO
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI dr. H. Muzakir, MKes , melihat kondisi pasien di RSUD Talang Ubi. 

SRIPOKU.COM,PALI - Setelah mendapat informasi adanya warga PALI yang mengidap penyakit aneh kemarin (16/7), Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI dr.H. Muzakir, MKes langsung melihat kondisi pasien.

Dan benar saja, ternyata, penyakit yang diidap oleh Supriyanto (42) warga Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi merupakan tumor ganas dan tergolong penyakit langka.

dr. Aprianto Ridhwan, Sp THT.KL dokter spesialias Tenggorokan Hidung Telinga (THT) RSUD Talang Ubi, keitika dijumpai usai melihat kondisi pasien yang dirawat di ruang kamboja kelas III RSUD Talang Ubi, Senin (17/7) membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pasien terjangkit penyakit yang sering dinamakan Lethal midline Granuloma, atau suatu penyakit yang mana pasien mengalami keadaan klinis yang dikarakteristik dengan nekrosis struktur midfacial (wajah bagian tengah) yaitu hidung dan sinus paranasal dengan keadaan destruksi berlanjut yang ganas.

"Saat dibawa ke RSUD Talang Ubi, kondisi pasien sudah mengalami destruksi yang parah. Dimana, kondisi langit-langit mulut pasien sudah bolong dan tembus hingga ke hidung. Ini merupakan suatu penyakit yang sering dinamakan Lethal midline Granuloma atau dalam bahasa indonesianya di sebut granuloma garis tengah dan bisa dikatakan sebagai tumor ganas," kata Aprianto. Senin(17/7/2017)

Untuk proses penyembuhan, Aprianto menerangkan akan melakukan kemo radiasi ke pasien. Namun, karena tidak ada fasilitas tersebut di RSUD Talang Ubi, sehingga pasien akan segera dirujuk ke Palembang.

"Dari hasil pemeriksaan yang kita ambil sedikit bahan untuk disampelkan dari lesi, kemudian di PA kan kemudian hasilnya limfoma yaitu, kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Untuk tindakan lebih lanjut akan dilakukan kemo radiasi," katanya.

Aprianto juga mengatakan, penyakit tergolong langka karena berdasarkan penelitian, perbandingan penderita yakni 10 berbanding Satu Juta.

"Artinya penyakit ini sangat langka dan kebanyakan diderita oleh laki-laki. Belum diketahui penyebab pasti penyakit ini, tetapi dugaan sementara disebabkan oleh faktor genetis dan atau juga bisa disebabkan oleh terinfeksi virus," sambungnya.

Ia memberikan tips kepada seluruh masyarakat PALI agar tidak terjangkit penyakit satu itu.

"Untuk mencegah, cepat kontrol jika mengalami gejala saperti tidak pernah berhenti mengeluarkan cairan dari hidung. Karena penyakit ini sulit terdeteksi, dia juga menyerang ke hidung atau saluran pernapasan, biasa keluhannya seperti keluar cairan dari hidung, tetapi lama kelamaan jaringan sekitar hidung mengalami kerusakan atau destruksi," jelas Aprianto.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI dr. H. Muzakir, MKes pasien setelah diperiksa oleh dokter THT RSUD Talang Ubi pasien akan segera dirujuk.

"Pada awal pemeriksaan pasien mengalami dehidrasi Low Intake, namun setelah diperiksa tim dokter, ternyata pasien mengalami penyakit Lethal midline Granuloma. Pemkab PALI siap menjamim serta membantu biaya perobatan pasien, apalagi pasien sudah terdaftar di BPJS Kesehatan, maka lebih baik," jelas Muzakir, didamping direkur RSUD Talang Ubi, dr Fitri.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help