SriwijayaPost/

Lihat Ibunya Digiring ke Sel Tahanan BNN, Bocah Laki-laki Ini Berteriak Histeris dan Menangis

Apa yang dilakukan wanita ini selanjutnya sungguh bikin haru. Bahkan mungkin membuat anda menangis. . . .

Lihat Ibunya Digiring ke Sel Tahanan BNN, Bocah Laki-laki Ini Berteriak Histeris dan Menangis
IST
Ilustrasi 

SA pun tak menyangka jika kejadian itu menimpa dia dan anaknya yang masih kecil hingga batal untuk berlibur ke Palembang.

"Saya tidak tahu menahu mengenai sabu ini. Kami cuma bawa baju saja dari kampung karena mau liburan," katanya.

Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Antoni Hutabarat menjelaskan, penangkapan tersebut berlangsung pada 15 Juli 2017 kemarin.

Awalnya pada satu pekan lalu, mereka mendapatkan informasi jika ada pengiriman sabu berjumlah besar yang akan masuk ke Palembang.

"Kita menangkap NN dan NH pasturi dari Jawa Timur, saat turun dari bus. Sabu itu dimasukkan di dalam tas yang dibungkus dalam teh Cina," kata Antoni.

Setelah dilakukan pemeriksaan, NN dan NH mengaku diperintahkan oleh AS (DPO) untuk menyerahkan sabu tersebut kepada SA dan ID yang menginap di salah satu hotel kawasan Jalan Kolonel Atmo Palembang.

"NN dan NH akan menyerahkan sabu itu kepada SA dan ID untuk dibawa lagi ke Bali," ucap Antoni.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, AKBP Amazon mengatakan untuk sementara keempat tersangka ini ditetapkan sebagai kurir diancam pasal 112, pasal 114 dan pasal 132 yang ancamannya penjara seumur hidup.

"Mereka ini jadi tugas sebagai kurir. Untuk hukuman maksimalnya hukuman mati," terang dia.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help