SriwijayaPost/

Bikin Ngeri, Hujan Es Batu Sebesar Bola Kasti Bisa Terjadi di Sumsel. Jika Terjadi Hal Ini

"Kondisi cuaca beberapa hari ini disebabkan oleh adanya tekanan rendah di wilayah Laut Cina Selatan yang sekarang berkembang menjadi Badai Talas," uja

Bikin Ngeri, Hujan Es Batu Sebesar Bola Kasti Bisa Terjadi di Sumsel. Jika Terjadi Hal Ini
Kolase/Sripoku

SRIPOKU.COM - Beberapa hari terakhir Sumatera Selatan sedang dilanda hujan terus menerus. 

Meskipun sudah memasuki musim kemarau, hujan deras disertai tiupan angin kencang, diprediksi bakal terjadi untuk beberapa hari kedepan. Kondisi cuaca ini disebabkan adanya Badai Talas di perairan Laut Cina Selatan.

"Kondisi cuaca beberapa hari ini disebabkan oleh adanya tekanan rendah di wilayah Laut Cina Selatan yang sekarang berkembang menjadi Badai Talas," ujar Dara Kasihairani, prakirawan cuaca ketika dihubungi Sripoku.com, Minggu (16/7/2017).

Dara menjelaskan, terbentuknya Badai Talas itu menyebabkan terjadinya belokan angin yang cukup tajam ke wilayah Sumsel hingga Belitung. Sehingga wilayah Sumsel sekitar turun hujan yang deras.

hujan es batu
hujan es batu ()

 "Kondisi Ini menyebabkan adanya pembentukan awan yang aktif sekali dan juga faktor konfergensi atau penumpukan masa udara sehingga menyebabkan curah hujan di wilayah Sumsel tinggi kembali walaupun sudah memasuki musim kemarau," jelasnya.

Mengenai prediksi cuaca untuk sepekan kedepannya, Dara mengatakan, diperkirakan hujan deras untuk wilayah Sumsel sekitarnya akan terus berlanjut.

"Kita lihat saja hujan deras sudah terjadi beberapa hari ini dan dipredeksi akan kembali terjadi dan dua sampai tiga hari kedepan. Kita harapkan kondisi badai cepat mereda sehingga di wilayah Sumsel akan mendapatkan musim kemarau yang konsisten," ujarnya.

Namun selain cuaca buruk di Sumsel. Sebuah video hujan batu es tengah viral di sosial media. 

Dalam video tersebut, terlihat es batu turun dan menghujani rumah seseorang. 

hujan es batu
hujan es batu ()

Bahkan, akibat es batu yang cukup besar mobil-mobil warga sekitar dibuat bolong-bolong. 

Halaman
1234
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help