SriwijayaPost/

Pelestarian Ikan, 12 Ribu Bibit Lele Dilepas di Sungai Komering Martapura OKU Timur

Sebanyak 12 Ribu bibit ikan lele dilepaskan di Aliran Sungai Komering, Martapura, OKU Timur Minggu (16/7/2017) oleh Ir H Frency Amin.

Pelestarian Ikan, 12 Ribu Bibit Lele Dilepas di Sungai Komering Martapura OKU Timur
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Pelepasan bibit ikan lele di Aliran Sungai Komering Oleh Frency Amin untuk melestarikan sungai komering. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Sebanyak 12 Ribu bibit ikan lele dilepaskan di Aliran Sungai Komering, Martapura, Kabupaten OKU Timur Minggu (16/7/2017) oleh Ir H Frency Amin yang merupakan putra asli daerah OKU Timur.

Pelepasan bibit ikan lele tersebut dilakukan selain untuk menjaga kearifan lokal OKU Timur juga untuk melestarikan sungai komering yang selama ini menjadi sumber pendapatan masyarakat baik dari segi galian C maupun dari habitat ikan yang ada.

"Jika tidak dilestarikan, maka ikan-ikan yang ada di sungai komering ini akan habis. Apa yang saya lakukan ini murni untuk menjaga kelestarian sungai. Harapan kita tentunya pemerintah bisa menganggarkan pelestarian sungai sehingga dapat tetap terjaga," katanya.

Menurut Frency, saat ini populasi ikan di Aliran Sungai Komering sangat sedikit sehingga sangat diperlukan kepedulian masyarakat terutama pemerintah dan pengusaha yang ada di OKU Timur untuk melestarikannya untuk mengembalikan habitat sungai Komering.

Selain mengharapkan adanya campur tangan pemerintah daerah dalam pelestarian habitat sungai, Frency juga berharap peran serta para pengusaha yang ada di OKU Timur untuk ikut serta dalam pelestarian habitat sungai komering tersebut.

"Sungai Komering ini mengaliri beberapa wilayah mulai dari OKU Selatan, OKU Timur dan OKI. Harapan kita pemerintah tiga kabupaten tersebut berperan aktif dalam pelestariannya dengan rutin melepaskan ikan-ikan ke sungai Komering tersebut," katanya.

Namun kata dia, meskipun pemerintah maupun pengusaha berupaya sekuat tenaga untuk melestarikan habitat sungai, jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dan ketegasan dari aparat berwajib tentunya akan sia-sia.

"Semuanya harus saling mendukung. Kepada pihak kepolisian juga agar dapat menindak tegas oknum-oknum yang menyetrum dan menaburkan obat (Putas, red) ke aliran sungai Komering yang dapat menyebabkan kepunahan ikan dan habitat lainnya," katanya.

Dalam rangka pelestarian habitat sungai Komering tersebut, Frency melepaskan bibit ikan di sejumlah titik sehingga jika pelepasan pertama dimakan oleh ikan besar masih ada harapan terhadap ikan yang dilepaskan di titik kedua.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help