SriwijayaPost/

Diancam Disiram Cuka Para, Juru Parkir Online Stop Operasional, Padahal Baru Lima Hari Beroperasi

Saat ini, tak ada Juru Parkir yang berada di lokasi menggunakan atribut lengkap dan handpone sebagai alat kerja.

Diancam Disiram Cuka Para, Juru Parkir Online Stop Operasional, Padahal Baru Lima Hari Beroperasi
IST
Penertiban lahan parkir yang dilakukan oleh Dishub Kota Palembang, Selasa (11/7/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kurang dari sepekan, parkir online di Jalan Kolonel Atmo justru berhenti beroperasi, Minggu (16/7/2017).

Saat ini, tak ada Juru Parkir yang berada di lokasi menggunakan atribut lengkap dan handpone sebagai alat kerja.

Yang ada hanya parkir dengan menggunakan cara manual, tanpa mengenakan seragam dan peralatan yang beraktivitas.

"Sementara di stop, kami di intimidasi oleh preman dan diancam akan disiram cuka para jika masih bekerja sebagai juru parkir online," ujar salah seorang jukir kepada Sripoku.com.

Jukir itu saat ditemui masih terlihat trauma.

Wajahnya nampak pucat dan tatapannya kosong.

Sebab dua hari lalu, saat bertugas dirinya didatangi beberapa orang dan diancam jika masih beroperasi.

Karena ketakutan, dirinya melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen pengelola parkir online.

"Saya langsung lepas atribut dan memberikan peralatan kepada manajemen untuk berhenti bekerja karena tak aman bagi keselamatan saya," katanya.

Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Kota Palembang dalam mengatasi kebocaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir menerapkan sistem parkir online.

Pemkot sendiri dalam mengimplementasikan program Walikota Harnojoyo tersebut mengandeng PT. Tekno Optima Perkasa.

Dalam kerjasama tersebut Pemkot sendiri mendapatkan bagi hasil sebesar 40 persen.

Sedangkan PT Tekno Optima Perkasa mendapatkan jatah 60 persen dari hasil yang didapatkan.

Namun pengelola dalam hal ini PT. Tekno Optima Perkasa harus merekrut jukir untuk dipekerjakan dan dibekali cara pengoperasionalan alat serta uang gaji yang diberikan oleh pengelola kepada para jukir.

Akan tetapi baru lima hari beroperasional, kini operasional berhenti dilakukan.

Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help