SriwijayaPost/

Ada Ancaman dari Oknum, Dishub Libatkan TNI dan Polri untuk Menerapkan Tarif Parkir Online

Secara bertahap, Dishub akan terapkan semua wilayah Kota Palembang dengan sistem parkir meter berbasis online.

Ada Ancaman dari Oknum, Dishub Libatkan TNI dan Polri untuk Menerapkan Tarif Parkir Online
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HODAYAT/DOKUMEN
parkir mall 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Terkait uji coba parkir meter berbasis online, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang melibatkan anggota TNI dan Polri.

Hal ini dikarenakan Dishub menilai adanya penolakan dari juru parkir (jukir) yang lama dan oknum yang mengklaim sebagai pemilik lahan parkir.

Dishub Kota Palembang kini telah melakukan ujicoba parkir meter berbasis online di kawasan Jalan Kol Atmo Palembang.

Kepala Dishub Kota Palembang Kurniawan mengatakan, adanya ancaman serta penolakan keras dari jukir maupun preman yang merasa menguasai lahan parkir, sudah menjadi perhitungannya.

Makanya, selama uji coba ini pihaknya melibatkan TNI dan Kepolisian.

"Sejak awal kami sudah lakukan sosialisasi terhadap jukir yang biasa memungut retrisbusi parkir dihampir seluruh kawasan Palembang. Kami memberikan kesempatan bagi jukir untuk bergabung dengan PT Tekno selaku pengelola parkir yang baru, dengan sistem gaji perbulan," ujar Kurniawan, Jumat (14/7).

Dikatakannya, pada pelaksanaan ujicoba ini Dishub terpaksa harus melaporkan beberapa orang ke pihak kepolisian akibat ancaman yang dilakukannya kepada juru parkir resmi PT Tekno Optima Perkasa, selaku pengelola parkir.

"Ada beberapa orang yang kita laporkan. Bahkan jukir kita di lapangan mengaku adanya ancaman," ujarnya.

Kurniawan mengatakan, pengelolaan parkir berbasis online yang dilakukan pihaknya, dalam rangka penertiban jukir liar dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang.

"Sekarang ini kita harus benahi masalah parkir. Karena, adanya jukir liar dan sistem penguasaan wilayah oleh oknum preman termasuk adanya dugaan kong kalikong dengan petugas, membuat persoalan parkir di Palembang kacau. Bahkan, banyak jukir yang melanggar dan menerapkan tarif diatas ketentuan Perda, tapi kenyataan pendapatan parkir jeblok," ujarnya.

Secara bertahap, Dishub akan terapkan semua wilayah Kota Palembang dengan sistem parkir meter berbasis online.

"Sementara ini di Jalan Kolonel Atmo, kemudian di Jalan Letkol Iskandar kawasan 16 Ilir dan terus sampai ke Benteng Kuto Besak (BKB). Penertiban serta uji coba ini akan selalu diawasi oleh pihak keamanan dari Kodim, Polda, Polresta dan Satpol PP. Nanti satu petugas parkir akan dijaga tiga sampai empat orang," ujarnya.(bew)

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help