SriwijayaPost/

Tinggal di LPKA Klas 1 Palembang Serasa di Asrama Pemondokan

Seluruh andik yang bermukim, diwajibkan untuk mengikuti sekolah filiar yang aturannya sama dengan sekolah formal.

Tinggal di LPKA Klas 1 Palembang Serasa di Asrama Pemondokan
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Petugas jaga dan sejumlah andik yang foto bersama di area LKPA Kelas I Palembang, Kamis (13/7/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lingkungan yang bersih dengan interior bangunan yang tertata rapi, membuat suasana terasa nyaman.

Ditambah lagi suara gemericik air mancur yang tak henti-hentinya mengalir ke kolam yang tampak diisi puluhan ikan mas.

Ratusan anak didik (andik) yang berdiam di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang, merasakan seakan tinggal di asrama pemondokan. Bahkan dilihat dari setiap sudut area, sama sekali tak terlihat kesannya seperti penjara.

Begitu juga suasana kamar di setiap bloknya yang tampak bersih dan teratur. "Kami bebas berkeliling dan tidak ada batasan. Saya sudah enam bulan tinggal disini, tapi rasanya seperti tinggal di asrama," ujar salah satu andik yang dibincangi Sripoku.com Kamis (13/7/2017).

Memasuki area LKPA Kelas I Palembang, tiang dan pintu masuk memiliki interior kayu ukir motif songket. Melangkah masuk ke dalam, mata langsung tertuju taman dan kolam. Sekeliling kolam pun terdapat meja dan kursi yang konsepnya seperti kafe.

Perubahan LKPA Kelas I Palembang yang dulunya adalah Lapas Anak Kleas II Palembang, pada tahun 2017 ini  beberapa waktu lalu, LKPA ini menjadi yang terbaik se Indonesia untuk kategori terinspiratif dan terinovatif.

Bukan hanya secara interior yang membuat takjub, disebelah kanan area LKPA, dijadikan kawasan pendidikan.

Seluruh andik yang bermukim, diwajibkan untuk mengikuti sekolah filiar yang aturannya sama dengan sekolah formal. Bahkan tersedia juga laboratarium komputer.

"Yang mendorong perubahan ini memang sesuai aturannya. Jadi saya dan teman-teman melakukan revolusi yang secara bertahap merubah suasananya. Alhamdulillah, anak-anak yang tinggal merasa tinggal di asrama. Kami ingin menghilangkan imej suasana penjara, sehingga anak-anak memang dibina dan bukan menjalani hukuman," ujar Endang Lintang Hardiman SH MH, Kepala LKPA Kleas I Palembang.

Untuk lebih menghidupkan suasana LKPA, Endang mengatakan, saat ini semuanya terus dibenahi. Kapasitas LKPA kini dihuni 181 anak yang begitu leluasa. LKPA memiliki kaasitas untuk 350 anak.

Terobosan terbaru yang kini dalam proses, pada lantai dua yang berseberangan dengan kamar anak-anak, akan dibuatkan taman agro wisata.

Jadi nantinya akan banyak taman buah-buahan. Diantaranya taman melon, taman buah naga, dan taman buah-buahan lainnya.

"Ihak keluarga anak-anak terutama orangtuanya, awalnya merasa ketakutan dan khawatir dengan kondisi anak mereka yang masuk LKPA. Namun setelah melihat langsung, alhamdulillah ketakutan mereka langsung hilang. Kami pun sebagai pegawai, menganggap anak-anak layakanya anak kami sendiri," ujar Endang.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help