SriwijayaPost/

Begal Bersenjata Api Mengaku Polisi, Aniaya dan Rampas Motor Warga Lorong Kelekar 8 Ulu Palembang

Satu orang pelaku yang dibonceng langsung turun dari sepeda motornya kemudian memukuli Aidil menggunakan gagang senpi.

Begal Bersenjata Api Mengaku Polisi, Aniaya dan Rampas Motor Warga Lorong Kelekar 8 Ulu Palembang
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Endik Aryadi, mengaku menjadi korban begal melapor ke SPK Polresta Palembang, Kamis (13/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Malang dialami Endik Aryadi (31), ia harus merelakan motor kesayangannya dirampas rombongan begal yang mengaku sebagai anggota polisi.

Tak tanggung-tanggung, pelaku juga sempat menodongkan senjata api rakitan (senpira) jenis revolver ke arah kepala korban dan memukuli Endik hingga mengalami luka memar di sekujur tubuh.

Atas kejadian tersebut, warga Jalan Ahmad Yani, Lorong Kelekar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini mendatangi SPKT Polresta untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, Kamis (13/7/2017).

Di hadapan petugas, Endik menceritakan kejadiannya berawal saat ia bersama temannya Aidil (28) hendak pergi ke kawasan Plaju hendak membeli sesuatu, Minggu (9/7) sekitar pukul 22.00.

Namun, setibanya di Jalan Ahmad Yani, tepatnya depan Lorong H Umar, motor yang dikendarainya dipepet oleh pelaku hingga kedua sepeda motor tersebut bersenggolan.

Tak senang telah bersenggolan kemudian pelaku menyuruh korban turun dari motor.

"Kan tidak sengaja bersenggolan, lalu mereka menyuruh kami turun sambil menyabut senjata api," kata Endik.

Tak hanya itu, satu orang pelaku yang dibonceng langsung turun dari sepeda motornya kemudian memukuli Aidil menggunakan gagang senpi.

Merasa ketakutan lalu Aidil meninggalkan Endik sendirian.

Dalam keadaan sendiri, kemudian para pelaku gantian memukuli korban di bagian belakang helm sambil mengacungkan senpi seraya mengaku bahwa anggota polisi.

Lalu oknum mengaku polisi tersebut meminta Endik memanggil temannya yang kabur tadi, namun nahas ketika kembali ke lokasi kejadian motor matic kesayangan dibawa kabur kedua pelaku.

"Mereka itu mengaku polisi jadi saya percaya saat disuruh memanggil teman yang kabur tadi. Tapi ketika kami kembali ternyata sepeda motor saya tak ada lagi," beber dia.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera menindaklanjutinya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help