SriwijayaPost/

Cegah Kerusakan, Berapa Sebetulnya Kapasitas Pengunjung Candi Borobudur?

Banyak pihak yang menyesalkan perilaku wisatawan, terutama lokal, yang tidak mengindahkan peraturan saat berkunjung ke Candi Borobudur di Kabupaten Ma

Cegah Kerusakan, Berapa Sebetulnya Kapasitas Pengunjung Candi Borobudur?
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Candi Borobudur 

SRIPOKU.COM - Banyak pihak yang menyesalkan perilaku wisatawan, terutama lokal, yang tidak mengindahkan peraturan saat berkunjung ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berita Lainnya:
Warga Nepal Ingin Lebih Dekat dengan Candi Borobudur

Buktinya salah satu bukti perilaku buruk wisatawan sempat menjadi viral setelah diunggah oleh netizen bernama Katherine Cai di media sosial Facebook. Kecaman warganet bukan tanpa alasan, karena perilaku tersebut bisa berdampak buruk terhadap kelestarian Candi Borobudur.

Sebetulnya sudah banyak upaya yang dilakukan pengelola cagar budaya dunia itu untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Mulai dari pemasangan rambu-rambu di tangga, stupa, dan titik lainnya agar wisatawan tidak menginjak, duduk, maupun memanjat, hingga penempatan petugas keamanan setiap hari.

Balai Konservasi Borobudur (BKB) mencatat ada 80 orang petugas keamanan yang berjaga setiap hari di zona I Candi Borobudur. Tidak hanya satpam, tapi juga petugas pengarah wisatawan. Namun jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan jumlah wisatawan Candi Borobudur, apalagi ketika musim liburan.

"Pada libur Lebaran lalu tercatat ada sekitar 56.000 wisatawan dalam sehari. Petugas kami tentu kewalahan. Kami sudah peringatkan melalui pengeras suara atau langsung kepada wisatawan. Dalam keadaan normal mungkin cukup, karena hanya sekitar 5.000 - 6.000 wisatawan," ujar Iskandar M Siregar selaku Kepala Saksi Konservasi BKB, Senin (10/7/2017).

Iskandar tidak memungkiri jika wisatawan mempunyai andil besar dalam upaya pelestaran candi peninggalan dinasti Syailendra abad ke-8 sampai ke-9 itu. Beberapa tahun terakhir, BKB telah membuat kajian yang membahas tentang dampak terhadap jumlah wisatawan dengan kerusakan candi.

"Candi yang sering diinjak-injak tentu dampaknya semakin besar, batu yang usianya sudah ratusan tahun lalu itu jadi cepat aus. Bayangkan jika ada ribuan manusia setiap hari yang menginjak candi," katanya.

Hasil penelitian yang pernah dilakukan pada 2010-2011 itu, katanya, membuktikan bahwa persentase keausan sudut tangga mencapai 100 persen dan keausan bidang mencapai 49,15 persen.

Mantan presiden AS Barack Obama berjalan menuruni tangga Candi Borobudur saat berwisata di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6/2017). Obama berlibur ke Indonesia selama 10 hari dan berencana mengunjungi sejumlah kota, yaitu Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.
AP PHOTO / STR / SLAMET RIYADI Mantan presiden AS Barack Obama berjalan menuruni tangga Candi Borobudur saat berwisata di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6/2017). Obama berlibur ke Indonesia selama 10 hari dan berencana mengunjungi sejumlah kota, yaitu Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.

Untuk mengurangi dampak keausan itu, BKB telah memasang lapisan karet di tangga sisi selatan candi Borobudur. Pelapisan ini berfungsi melindungi tangga yang tersusun dari batu andesit itu tidak cepat aus karena diinjak oleh ribuan manusia.

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help