SriwijayaPost/

Mobil Pikap Bermunculan, Ini Tanggapan Pengusaha Ekspedisi Palembang

Jika berada di daerah, pikap wajib memiliki spesifikasi yang kuat mengingat medan di Sumsel cukup sulit dan berliku untuk dilintas.

Mobil Pikap Bermunculan, Ini Tanggapan Pengusaha Ekspedisi Palembang
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Mitsubishi Triton merupakan salah satu jenis kendaraan ekspedisi yang banyak digunakan di wilayah Sumsel. 

SRIPOKUCOM, PALEMBANG - Beberapa brand kendaraan roda empat melakukan terobosan di mobil pikap.

Seakan tak mau kalah dengan kelas lainnya, mobil yang identik dengan usaha ekspedisi ini diproduksi dengan lebih elegan dan canggih.

Meski demikian, sejumlah pengusaha ekspedisi belum begitu tertarik dengan informasi mengenai keberadaan pikap-pikap wah yang ada diproduksi dari Tiongkok dan Jerman.

Canggih mungkin iya, namun untuk melintas medan di wilayah Sumsel masih harus diuji coba terlenih dahulu.

Diungkapkan seorang pengusaha ekspedisi di kawasan Alang-alang Lebar Palembang, Firman, medan di negara barat atau di kota-kota lain di Asia tidaklah sama dengan di Sumsel.

Jika berada di daerah, pikap wajib memiliki spesifikasi yang kuat mengingat medan di Sumsel cukup sulit dan berliku untuk dilintas.

"Entah dari kondisi jalan atau tikungan semuanya harus cocok. Meski canggih, jika tak cocok, kitanya bisa kesulitan," kata Firman, yang dihubungi melalui ponselnya Minggu (9/7/2017).

Sebab itu, dirinya masih belum terlalu antusias meski pikap buatan Cina belum lama ini diluncurkan di Jakarta. Pria 35 tahun ini masih belum mau berspekulasi dengan membeli secepat mungkin meski mungkin ada promo selama pameran di Jakarya berlangsung.

Spesifikasi pikap sudah ia ketahui, namun belum dipuaskan setelah nantinya pikap tersebut mungkin diuji coba di Palembang.

Sama seperti Firman, pengusaha ekspedisi lainnya bernama A Ling masih memendam hasrat untuk membeli produk pikap buatan negara asal leluhurnya tersebut.

Pria 50 tahun ini masih bertahan dengan pikapnya yang sekarang karena sudah terbukti bandel meski hampir setiap hari dikendarai ke luar Palembang.

"Pastinya kita tidak mau berspekulasi. Tampilan oke, namun belum tentu cocok di medan provinsi kita," kata A Ling.

Penulis: Refli Permana
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help