SriwijayaPost/

Niatnya Mau Cuci Baju dan Bercerai, Wanita ini Tak Pernah Menduga Jika Suaminya Justru Lakukan ini

Ketika sedang mengendarai mobilnya menuju KOta Illinois, Katrina Smith justru diliputi rasa gelisah dan kecemasan akan nyawanya.

Niatnya Mau Cuci Baju dan Bercerai, Wanita ini Tak Pernah Menduga Jika Suaminya Justru Lakukan ini
Net
Ilustrasi 

Tak lama, Mobil Katrina ditemukan sejauh dua mil dari rumahnya.

Meski mobil tersebut dalam kondisi bersih, ada bercak darah dibagian dpean mobil, di bagian kemudi, dan di bagian kursi sopir.

Dompet Katrina, ponsel serta kertas tisu berdarah juga ditemukan di sekitar lokasi.

Dalam mobil tersebut, juga ditemukan sebuah kartu berisi nama Katrina di bagian depan dan sebuah simbol hati di dalamnya.

Surat tersebut ternyata berasal dari Todd yang mengaku merasa takut kalau-kalau istrinya itu akan menemui pria lain mengingat dirinya ada masalah dengan sang suami.

Pesan dalam surat tersebut berbunyi :

"Akan kulakukan apapun.

Aku ingin tua bersamamu.

Aku mencintaimu dan aku menyayangimu Katrina.

Suamimu Todd."

Melihat semua hal tersebut, polisi awalnya yakin jika Katrina lari dari rumah dan Todd berusaha menghentikannya.

http://overthrow.us/wp-content/uploads/2017/04/chalk_outline.jpg

Tiga minggu setelah menghilang, tubuh Katrina justru ditemukan nelayan di sebuah sungai berjarak 25 mil dari rumah tersebut.

Saking parahnya, jasad Katrina ditemukan dalam kondisi sudah membusuk sampai polisi harus menggunakan data gigi untuk mengidentifikasi jasadnya.

Kematian Katrina pun dipastikan karena dibunuh, karena ia diketahui tewas akibat pukulan benda tumpul.

Sementar itu, pihak berwajib sudah mengarahkan dugaannya kepada Todd.

Mereka menemukan bahan aluminium yang berasal dari tongkat baseball di dalam aliran darah Katrina, serta jejak darahnya di bagian garasi rumah mereka.

Pihak berwajib juga menemukan program GPS yang memang terhubung ke perangkat pelacak yang sudah ada di mobil Katrina.

Todd sempat menghapus program tersebut dua hari setelah istrinya menghilang, namun program itu di installnya kembali dan ini menjadi bukti jika Todd kemungkinan besar memang membuntuti istrinya.

Todd memang sudah melepas alat pelacak tersebut, tapi ia lupa kalau kabel dari alat itu masih menempel di mobil tersebut.

Todd pun ditahan polisi dan didakwa sudah membunuh istrinya sendiri.

Hilang Kendali

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum menyebut kalau Katrina sempat pulang untuk mencuci sembari mengatakan ingin bercerai dari Todd.

Berbekal data dari alat pelacak, Todd mengira jika Katrina punya Pria Idaman Lain.

Tapi tiba-tiba, seolah kerasukan setan, Todd mengaku mengambil tongkat baseball dan langsung memukuli istrinya sampai tewas.

Todd bahkan sempat mengirim SMS terakhir kepada Katrina yang berbunyi :

"Mimpi indah, aku cinta padamu."

http://i.ndtvimg.com/i/2016-08/murder-istock_650x400_71470732799.jpg

Yang menyedihkan, Katrina tak pernah membaca pesan itu, karena pesan itu dikirim Todd setelah Todd membunuh Katrina.

Setelah menghanyutkan jasad Katrina disungai setelah sebelumnya menyembunyikannya di belakang mobil, Todd berupaya menutupi jejaknya.

Sementara itu, pengacara Todd menyebut jika perilaku Katrina yang berubah disebabkan oleh Guy yang memaksanya menceraikan Todd.

Pengacaranya menyebut jika Guy punya rekam jejak melakukan kekerasan dalam rumah tangga, dan seharusnya Guy juga dijadikan tersangka.

Guy pun dihadirkan ke persidangan.

Di depan hakim, Guy menyebut kalau Katrina pernah menceritakan masalah rumah tangganya sebelum akhrinya hubungan keduanya berlanjut dan Guy mengaku tak pernah memaksa Katrina untuk bercerai.

"Aku tak pernah memaksanya melakukan apapun," ujar Guy.

"Aku hanya memberinya semangat agar dia lebih terbuka dan jujur mengungkapkan apa yang selama ini ia alami."

Guy juga diketahui bekerja di malam Katrina terbunuh, sehingga membuat alibinya sangat kuat.

Malang, Katrina diketahui dipukul sebanyak 24 kali, termasuk dipukul secara fatal sebanyak 7 kali ke kepala dengan menggunakan tongkat baseball berbahan alumunium, dilansir dari Mirror.

Pada pernyataan final, Jaksa Penuntut Umum mengatakan :

"Terdakwa jelas menulis kalimat untuk Katrina yang berbunyi 'Kau istriku, kau selalu jadi istriku, dan kau matipun tetap istriku."

Todd sempat terlihat terkejut saat hakim membacakan keputusan sidang.

Ia dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan tingkat satu, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, dan menutupi kasus pembunuhan.

Keluarga Katrina pun merasa lega karena Katrina mendapatkan keadilan yang layak setelah hampir 4 tahun lebih meninggal dunia secara tragis.

Todd Smith
Todd merasa frustasi karena merasa kesulitan mencegah agar Katrina tak pergi dari hidupnya. Ketika sang istri ingin bercerai, ia pun emosi hingga membunuhnya. (Foto: Facebook)

Hukuman Seumur Hidup

Pada Maret 2017, Todd divonis 55 tahun penjara karena pembunuhan dan tambahan 4 tahun karena menutupi kasus tersebut.

Di usianya yang sudah 49 tahun, hukuman Todd dirasa sudah seperti hukuman seumur hidup.

Meski begitu, ia tetap menyatakan dirinya tak bersalah dan menyebut kasus kematian istrinya adalah hal yang jahat dan tak terpuji.

"Meski aku merasa tidak bersalah atas tindakan yang sudah digambarkan negara, aku tak menyimpan dendam kepada siapapun," ujarnya.

Maafkan aku karena sudah gagal menjadi seorang suami dan pelindung."

Hakim menyebut jika kasus yang dilakukan Todd adalah hal yang tak terduga, serta permohonan yang pernah Todd lakukan di depan layar kaca seolah menjadi tamparan keras bagi warga, terutama keluarga Katrina.

Vikki Nalevac, ibu Katrina, merasa sangat dikhianati oleh pria yang sudah ia anggap keluarga sendiri tersebut.

"Beberapa orang, termasuk keluargaku, merasa kau bertanggung jawab atas menghilangnya Katrina, tapi aku selalu bilang kalau kau tak mungkin menyakiti putriku."

Kini, Vikki tahu semuanya.

"Seharusnya kau tinggalkan saja dia dan biarkan ia meneruskan hidupnya, tapi emosimu membuatmu membunuhnya hingga ia kehilangan nyawanya yang sangat berharga."

Sebelum meninggalkan Todd yang akan mendekam di penjara, Vikki bahkan menyebutkan kalimat :

"Kematian akan meninggalkan rasa sakit di hati yang tak akan bisa disembuhkan siapapun, tapi cinta akan meninggalkan kenangan yang bahkan kau sendiri tak akan bisa rampas.

Atas apa yang ia lakukan, Todd sudah kehilangan kebebasannya, itu karena ia memutuskan untuk tak membiarkan istrinya mendapatkan kebebasan yang seharusnya ia dapatkan.

Penulis: Ahmad Sadam Husen
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help