Empat Orang Santri Lulus Seleksi Kuliah Kedokteran Program Pemkab Muba

Betapa senang dan bangganya empat orang tua santri di Kabupaten Muba yang anaknya lolos seleksi pada program Santri Jadi Dokter (SJD).

Empat Orang Santri Lulus Seleksi Kuliah Kedokteran Program Pemkab Muba
SRIPOKU.COM/FAJERI
Sejumlah santri yang mengikuti program SJD ketika bertemu Bupati Muba Dodi Reza Alex sebelum keberangkatan. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Betapa senang dan bangganya empat orang tua santri di Kabupaten Muba manakala anak kesayangan mereka lolos seleksi pada program Santri Jadi Dokter (SJD).

Keempat santri tersebut rencananya akan dikuliahkan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, untuk menempuh jenjang pendidikan kedokteran.

Keempat santri yang lolos tersebut antara lain Citra Ayu Bleyzensky siswa MAN Model Sekayu, Eka Suniawati santri Ponpes Assalam, Khamilatun Nasibah santri Ponpes Nurul Islam, dan Erza Agustia siswa MAN Model Sekayu.

Para santri tersebut lolos setelah mengikuti seleksi SJD dari 64 santri dan siswa pada April 2017 lalu, dan mereka menjadi angkatan ke-10 SJD sejak program yang dicetuskan oleh Bupati Muba saat itu Alex Noerdin yang kini menjadi Gubernur Sumsel.

Seperti yang diungkapkan Sariju, orang tua dari Khamilatun, mengungkapkan bahwa sangat bangga terhadap anaknya yang telah lulus untuk mengikuti program SJD dari Pemkab Muba. Hal tersebut membuat bangga dirinya dan keluarga karena bisa meneruskan cita-citanya.

"Alhamdulillah mas, Khamilatun lulus pada program SJD ini kami orang tuanya sangat bangga yang telah dicapai olehnya. Prestasi ini merupakan usahanya untuk mengikuiti kuliah SJD dari Pemkab Muba," ungkap Sariju.

Lanjutnya, ia sekeluarga mendukung apa yang menjadi cita-cita dari Khamilatun dan teman-teman yang lainnya.

"Pesan kami sebagai orang tua ialah tuntutlah ilmu dengan baik dan benar serta jangan lupa tinggalkan salat. Saya mengucapkan terima kasih terhadap Pemkab Muba atas program SJD ini. Melalui program ini dapat memujudkan cita-cita anak di Muba untuk menjadi dokter,"ujarnya.

Sementara santri SJD Khamilatun Nasibah, merasa senang dan bangga. Betapa tidak, mereka dan temannya berasal dari keluarga kalangan menengah ke bawah yang orang tuanya berpenghasilan dari bertani.

"Alhamdulillah, bisa melanjutkan pendidikan tinggi di fakultas Kedokteran dan semua biaya ditanggung Pemkab Muba," ungkap Khamilatun.

Halaman
12
Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved