SriwijayaPost/

Jika Ibu Kota Pindah, Kuliner Palangkaraya akan Semakin Mendunia

Selain bentang alamnya yang mengagumkan, ternyata Palangkaraya yang digadang-gadang akan menjadi ibu kota Indonesia yang baru ini memiliki ragam kulin

Jika Ibu Kota Pindah, Kuliner Palangkaraya akan Semakin Mendunia
OpenSnap
Ikan jelawat goreng.

SRIPOKU.COM , PALANGKARAYA - Selain bentang alamnya yang mengagumkan, ternyata Palangkaraya yang digadang-gadang akan menjadi ibu kota Indonesia yang baru ini memiliki ragam kuliner menggugah selera.

Berita Lainnya:
Pemerintah Cari Alternatif Pemindahan Ibu Kota Selain Palangkaraya

Ragam kuliner di Palangkaraya merupakan warisan dari masyarakat adatnya terdahulu, yaitu Suku Dayak yang terkenal pandai mengolah hasil-hasil alam pun terbukti dari olahan kuliner di Palangkaraya ini.

Hingga kini, ragam kuliner di Palangkaraya memang didominasi oleh hasil alam, seperti ikan sungai, ikan rawa, dan hasil hutan seperti pakis, rotan muda dan yang lainnya.

Ikan sungai dan ikan rawa yang terkenal dan banyak ditemui di sini ada ikan baung, jelawat, adungan, puyau, tapah, patin, lele, lais, saluang, riu, kelabau, dan ikan sungai lainnya.

Tentunya Anda akan banyak menemukan ragam menu ikan lezat di sana. Ikan-ikan itu dimasak dengan cara bakar, goreng, tanak (dimasak dengan kuah santan kental dan kaya bumbu), pepes, kandas alias dipenyet bersama sambal, dan juhu (dimasak berkuah bersama sayur seperti inti rotan muda atau rebung).

Berikut beberapa hidangan menggugah selera yang dijamin bisa menggoyang lidah Anda saat berkunjung ke Palangkaraya.

1. Ikan Jelawat goreng
Ikan Jelawat ini merupakan ikan endemik yang hanya ada di sungai Kalimantan. Menurut masyarakat di sana, ikan ini merupakan salah satu ikan terlezat untuk digoreng. Namun, selain digoreng, ikan ini pun biasa digulai.

2. Saluang
Saluang merupakan ikan teri air tawar, wujudnya serupa dengan ikan wader. Ikan ini sangat renyah dan gurih saat disajikan dengan cara digoreng.

3. Wadi Patin
Ialah hidangan berbahan dasar ikan patin, yang difermentasi, lalu digoreng dan dikukus. Fermentasi tersebut tentunya memunculkan rasa asam, sementara pengolahan lainnya menghasilkan rasa asin.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help