Jangan Asal Bayar Fitrah, Ketahui Ini Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah Yang Paling Utama

Di akhir Ramadhan Umat Islam diwajibkan melaksanakan salah satu Rukun Islam yaitu membayar Zakat .

Jangan Asal Bayar Fitrah, Ketahui Ini Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah Yang Paling Utama
Google
ilustrasi

SRIPOKU.COM - Di akhir Ramadhan Umat Islam diwajibkan melaksanakan salah satu Rukun Islam yaitu membayar Zakat .

Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi menjadi 5 macam, penjelasannya sebagai berikut :

(
( ()

Pertama, waktu wajib. Yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan menemui sebagian awalnya bulan Syawwal, atau menemui terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan. Dengan demikian, orang yang meninggal setelah maghribnya malam 1 Syawwal, wajib dizakati. Sedangkan bayi yang lahir setelah maghribnya malam 1 Syawwal tidak wajib dizakati. Hanya saja, kata "tidak wajib" bukan berarti tidak boleh.

Kedua, waktu jawaz. Yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib. Jika kita menjumpai praktik pelaksanaan zakat fitrah misalnya di lembaga-lembaga pendidikan pada saat masih pertengahan bulan Ramadhan, maka hal ini diperbolehkan, karena merupakan waktu jawaz atau boleh untuk mengeluarkan zakat fitrah.

Ketiga, waktu paling utama. Yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum sholat hari raya.

Keempat, waktu makruh. Yaitu, setelah sholat hari raya sampai menjelang tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh.

Kelima, waktu haram. Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada di tempat tersebut atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram. Sedangkan status dari zakat yang dikeluarkan tanggal 1 Syawal adalah qodho’.

Penjelasan selanjutnya, mengenai orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah. Secara terperinci, mereka adalah :

1. Orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

2. Merdeka (bukan budak maupun hamba sahaya). Adapun budak maupun hamba sahaya, kewajiban zakat mereka menjadi tanggungan majikannya. Demikian pula anak-anak yang belum berpenghasilan, zakatnya menjadi tanggungan orang tuanya.

3. Mempunyai kelebihan makanan atau harta dari yang diperlukan di hari raya dan malam hari raya. Maksudnya mempunyai kelebihan dari yang diperlukan untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang wajib ditanggung nafkahnya, pada malam dan siang hari raya. Baik kelebihan itu berupa makanan, harta benda atau nilai uang.

Yang dimaksud "mempunyai kelebihan" di sini yakni kelebihan dari kebutuhan pokok sehari-harinya. Oleh karena itu, barang kebutuhan sehari-hari, misalnya rumah yang layak, perkakas rumah tangga yang diperlukan, pakaian sehari-hari dan lain-lain, tidak menjadi perhitungan. Artinya, jika tidak mampu membayar zakat fitrah, harta benda pokok tersebut tidak wajib dijual untuk menanggung biaya mengeluarkan zakat.

4. Menemui waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah. Artinya menemui sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari awalnya bulan Syawwal (malam hari raya).

Batasan waktu ini adalah terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan.

Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help