Getah Karet Hilang di Pohon, Warga Intai Pencuri Untuk Diburu

Sejumlah Petani karet di Kabupaten PALI, tepatnya di Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, PALI diresahkan dengan sejumlah aksi pencurian getah.

Getah Karet Hilang di Pohon, Warga Intai Pencuri Untuk Diburu
TRIBUN SUMSEL/ARIWIBOWO
Petani karet sedang mengambil getah karet miliknya di tempurung kelapa yang sudah di endap. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Sejumlah Petani karet di Kabupaten PALI, tepatnya di Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, PALI diresahkan dengan sejumlah aksi pencurian getah di pohon kebun karet warga.

Wargapun geram dengan aksi pencurian karet, bahkan petani karet rela datang di tengah malam maupun dini hari untuk menjaga kebun karet dengan membawa peralatan senjata tajam untuk memburu pelaku.

"Ada empat bidang (belasan hektare) karet warga di curi di batang pohon balam(karet) hari Rabu kemarin," kesal Her, Sabtu(24/6/2017).

Dikatakan Her, karet yang dicuri dari tetesan pohon karet yang diletakkan ditempurung kelapa dipendap dua hari sampai empat hari.

"Tetesan karet dari pohon itu, ditempatkan di wadah tempurung kelapa, rencana pagi kami ambil untuk disatukan, tiba-tiba hilang, kalau kerugian lebih dari satu pikul (100 kilogram) karet basah, di uangkan sekitar Rp 900 ribu," keluh Her.

Dikata Her, tidak hanya kebun karet miliknya, namun, sejumlah kebun karet warga secara bersama juga digondol maling.

Warga mulai geram bahkan ada petani karet yang mengintai pencuri karet di kebun.

"Sekarang warga ada yang mengintai pelaku pencuri karet di kebun, untuk menangkap tangan pelaku pencurian karet," jelas Her.

Semantara itu, Kapolsek Penukal Abab, AKP Denny NS mengatakan pihak belum menerima laporan warga atas kehilangan getah karet di batang pohon karet.

Ia berharap kepada warga yang merasa dirugikan agar melaporkan ke pihak berwajib untuk ditindak lanjuti.

"Belum ada yang melapor, diharapkan warga untuk melapor ke Polsek," jelas AKP Denny, ketika dihubungi Tribun melalui via handphone‎.

Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help