Masalah Karhutla tidak Bisa Main-main

"Saya minta perusahaan yang ada di Muba untuk ikut berperan aktif, baik dalam dukungan dana ataupun personel." kata Dodi

Masalah Karhutla tidak Bisa Main-main
SRIPOKU.COM/FAJERI
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin ketika memimpin rapat koordinasi pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran Hutan dan lahan. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), di Kabupaten Muba benar-benar dilakukan dengan upaya yang defensif.

Hal tersebut ditandai dengan berbagai persiapan dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, bencana karhutla yang melanda Muba pada tahun 2015 silam berdampak buruk bagi semuanya, oleh karena itu kita tidak ingin bencana serupa terulang lagi.

Dimana pada tahun 2016 kita telah melakukan berbagai upaya, diantaranya melakukan sosialisasi, membentuk Desa Peduli Api, Kelompok Tani Peduli Api, membangun Posko Pemantauan dan Pengendalian di Wilayah yang rawan api dimana setiap posko akan disiagakan personil gabungan.

"Walaupun semuanya telah terbentuk, saya tetap menegaskan dalam pencegahan karhutla harus terkoordinir dari atas hingga ke tingkat desa, penangulangan karhutla kedepan harus lebih maksmimal lagi. Kita tidak ingin pada gelaran Asian Games 2018 mendatang, Muba menyumbang asap dan itu sangat kita tidak inginkan," kata Dodi.

Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya sebatas akan ada Asian Games saja. Melainkan masyarakat dapat merubah pola pikir agar tidak membuka lahan dan hutan dengan cara dibakar. 

"Pencegahan karhutla di Muba ditujukan lebih kepada untuk merubah pola hidup masyarakat terutama dalam menjaga lingkungan hidup, dengan tidak membuka lahan dengan membakar, karena masalah karhutla ini bukan main-main," ujarnya.

Terkait penanganan karhutla Dodi mengintruksikan kepada jajarannya dan semua pihak terkait untuk menginventarisir kembali mengenai kelengkapan sarana prasarana dan sumber daya yang ada, jika sudah dilakukan pendataan bisa dilihat apa yang kurang dalam menghadapi karhutla.

"Saya minta perusahaan yang ada di Muba untuk ikut berperan aktif, baik dalam dukungan dana ataupun personel. Dinas Perkebunan koordinir Perusahaan-perusahaan tersebut, buatkan juga laporan audit kepatuhan, saya akan melihat mana yang benar-benar aktif mendukung atau sebaliknya," tegasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, menambahkan bahwa Kabupaten Muba hampir sebagian wilayahnya terdiri dari lahan gambut.

Dimana lahan gambut jika terbakar akan sulit dipadamkan, karena gambut terdiri dari lapisan beberapa meter.

"Peran penting dalam pencegahan karhutla terletak dari pemerintah desa, jika pemerintah desa dapat menghimbau masyarakatnya tentu karhutla dapat dicegah," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved