Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Yang Membuat Perampok Menangis

Seandainya ia berbohong, para perampok tak akan tahu apalagi penampilan Abdul Qadir saat itu amat sederhana layaknya orang miskin.

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Yang Membuat Perampok Menangis
Ilustrasi

SRIPOKU.COM-- Jujur itu indah dan membawa berkah walau kadang terasa pahit di awal, tetapi akan terasa manis juga pada akhirnya.

Orang yang berperilaku jujur dapat menghindarkan kita dari masalah.

Kejujuran dapat memberikan hikmah yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Seperti kisah kejujuran Abdul Qadir Al-Jailani Saat Dirampok yang dapat kita jadikan pelajaran.

Suatu hari Abdul Qadir yang masih belia meminta izin ibundanya untuk pergi ke kota Bagdad. Bocah ini ingin sekali mengunjungi rumah orang-orang saleh di sana dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka.

Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan.

Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak.

Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata benar dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir.

“Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaan-Nya,” pinta ibunda Abdul Qadir.

Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Bagdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah.

Halaman
123
Penulis: ewis herwis
Editor: ewis herwis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved