SriwijayaPost/

Ramadan 2017

Puasa-puasa Lakukan Onani, Apa Hukumnya? ''Wajib Mandikah Jika Kami 'Menempel-nempelkannya' Saja'

ermasalahan ranjang memang kerap dikonsultasikan oleh pasangan suami istri. Terlebih di bulan Ramadan, dimana orang diwajibkan menahan makan dan minum

Puasa-puasa Lakukan Onani, Apa Hukumnya? ''Wajib Mandikah Jika Kami 'Menempel-nempelkannya' Saja'
Facebook
Masturbasi selama 42 kali, remaja 16 thaun tewas. 

SRIPOKU.COM--Permasalahan ranjang memang kerap dikonsultasikan oleh pasangan suami istri. Terlebih di bulan Ramadan, dimana orang diwajibkan menahan makan dan minum, termasuk hubungan seksual, yang tentu saja bisa membantalkan puasa.

Seperti kiriman pertanyaan kali ini, seperti disalin dari Majalah Nikah, Vol. 6, No. 1, 2007, yang dikutip dari konsultasisyariah.com.

Berikut pertanyaannya:

1. Apakah perbuatan masturbasi diperbolehkan oleh agama?

2. a. Apakah wajib mandi bagi pelaku masturbasi bila orgasme karena masturbasi, selama masturbasi vagina tetap kering tidak mengeluarkan apa pun/lendir?"

2. b. Apakah wajib mandi bagi kami jika berhubungan dengan menempel-nempelkan alat kelamin tanpa adanya “intercourse” dan tidak orgasme, atau dengan “intercourse” tapi tidak sampai orgasme?"

3. Apa hukumnya bila melakukan masturbasi dengan sengaja di bulan Ramadhan waktu siang hari?

Berikut Jawabannya:

Perbuatan onani (masturbasi), sangat jelas merupakan perilaku buruk. Hukumnya haram sebab merupakan jalur yang salah dalam pelampiasan hasrat seksual.

Allah hanya menghalalkan pelampiasan hasrat seksual lewat dua jalur, pernikahan atau tasarri (berhubungan dengan budak wanita milik sendiri). Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Halaman
1234
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help