SriwijayaPost/
Home »

Pali

Kami Cuma Diberi THR Rp 500 Ribu

Kami sudah bekerja selama enam bulan dengan upah sekitar Rp 2 juta. Seharusnya,THR yang kami terima lebih dari gaji.

Kami Cuma Diberi THR Rp 500 Ribu
Tribunsumsel.com/Ariwibowo
Warga sedang mengadu di Posko Disnakertrans PALI, Selasa (20/6/2017). 

SRIPOKU.COM, PALI - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang lebaran tahun 2017.

Selama posko tersebut dibuka sejak tiga hari lalu, beberapa pekerja mengadukan perihal THR tidak sesuai yang diterima pekerja dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Pendi (40) salah satu pekerja PT APP yang merupakan perusahaan sub dari PLN Rayon Pendopo ini mengaku hanya menerima THR sebesar Rp 500 ribu.

Atas ketidaksesuaian itu, Pendi beserta empat temannya mengadukan permasalahan tersebut ke Disnakertrans Kabupaten PALI.

"Kami sudah bekerja selama enam bulan dengan upah sekitar Rp 2 juta. Seharusnya,THR yang kami terima lebih dari gaji. Kami cuma diberi Rp 500 ribu THR," kata Pendi ketika ditemui di Posko aduan THR Disnakertrans PALI, Selasa (20/6/2017).

Pendi dan kawan-kawan lainnya berharap, Disnakertrans PALI bisa membantu menyelesaikan permasalahan antara dirinya dan tempat perusahaan ia bekerja.

"THR merupakan hak kami. Jadi kami datang Disnakertras bukan untuk menekan perusahaan, tetapi kami meminta apa yang sudah menjadi hak kami," katanya.

Ia berharap Disnakertrans menegur perusahaan bekerja dan kedepannya tidak terulang lagi.

"Kami berharap Disnakertrans bisa membantu kami untuk bisa menegur perusahaan tempat kami bekerja agar memberikan THR sesuai ketentuan, dan ke depannya tidak terulang lagi," jelas Pendi.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten PALI Usman Dani mengatakan bahwa pihaknya langsung menerima pekerja yang mengadukan ketidaksesuaian THR yang diterima pekerja.

"Kami akan bantu mediasi dengan pihak perusahaan. Dan kalau pun tidak ada titik temu atau perusahaan bersikukuh tidak memberikan THR kepada pekerja sesuai ketentuan, maka kami akan laporkan langsung perusahaan bersangkutan ke kementerian," kata Usman.

Diakui Usman, bahwa sejak dibukanya posko aduan THR, baru ada dua perusahaan yang diadukan pekerjanya.

"Baru dua perusahaan yang memberikan THR tidak sesuai ketentuan. Tetapi setelah kami konfirmasi ke pihak perusahaan, responnya cukup baik dan pihak perusahaan berjanji bakal menambah jumlah THR yang akan diberikan kepada pekerjanya," ujar Usman.

Masih kata Usman Dani bahwa pihaknya membuka posko aduan THR berdasarkan surat edaran dari Bupati PALI nomor 560/483/Nakertrans/2017 tentang pembayaran THR keagamaan yang menindaklanjuti surat edaran menteri ketanagakerjaan RI nomor 3/2017 tanggal 31 Mei 2017 serta Surat edaran gubernur Sumatera Selatan nomor 014/SE/Disnakertrans/2017 tanggal 13 Juni 2017.

"Isi surat edaran tersebut adalah pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus, tetapi kalau ada yang kurang dari 12 bulan, akan diberikan secara proporsional dengan perhitungan, masa kerja dikali satu bulan upah dibagi 12," jelas Usman. (Tribunsumsel.com/Ariwibowo)

Tags
THR
PALI
PLN
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help