SriwijayaPost/

Ini Harapan Korban Kebakaran di Silaberanti dalam Menghadapi Idul Fitri 1438 H

Pria paruh baya ini mengaku, tak lagi memikirkan persiapan lebaran karena sibuk mencari dana untuk membangun kembali rumah yang terbakar.

Ini Harapan Korban Kebakaran di Silaberanti dalam Menghadapi Idul Fitri 1438 H
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Tampak kawasan Rawa Mangun Lr Manggis RT 05 Kelurahan Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, pasca kebakaran, Rabu (7/6/2017) lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hanya mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna hijau, celana training dan sepatu boots, Soleh (50), tampak sibuk memindahkan satu persatu batu bata hingga pasir yang akan digunakan untuk membangun kembali rumah orangtuanya yang terbakar habis, saat si jago merah melahap kawasan kampung sarat penduduk, di Rawa Mangun Lr Manggis RT 05 Kelurahan Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Rabu (7/6/2017) lalu.

Bahkan, Pria paruh baya ini mengaku, tak lagi memikirkan persiapan lebaran yang tinggal menghitung hari, lantaran dirinya hanya fokus mencari tambahan dana untuk membangun rumah orangtuanya.

"Tahun ini tidak menyiapkan khusus baju lebaran atau kue, seadanya saja. Orangtua juga sekarang numpang sementara di tempat keluarga. Lebaran kemungkinan juga disana karena rumah masih belum jadi," tuturnya, Selasa (20/6).

Ia pun mengungkapkan, pasca kejadian kebakaran beberapa waktu lalu memang bantuan terus mengalir ke posko yang tersedia.

Mulai dari untuk keperluan makan minum harian hingga baju bekas layak pakai sudah ia terima. Namun, bapak dari empat orang anak itu berharap, ada pihak yang juga dapat membantu dalam bentuk pendanaan, sehingga baik rumah milik orangtuanya dan warga lainnya yang menjadi korban dapat cepat segera kembali dibangun seperti sedia kala.

"Sejauh ini masih dana pribadi untuk bangun, kalau ada yang bisa membantu dalam bentuk uang ataupun bahan bangunan kami sangat berterima kasih karena itu yang dibutuhkan untuk bangun rumah dan jika ada dana semoga bisa kami gunakan untuk lebaran," ungkap Soleh.

Soleh menceritakan saat kejadian berlangsung, di rumah hanya dihuni oleh sang ayah sementara anggota keluarga lainnya tidak berada dirumah.

"yang terbakar dua rumah, semuanya semi permanen, kami tak sempat selamatkan barang-barang," pungkasnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help