SriwijayaPost/
Home »

Bisnis

» Mikro

Ramadan 2017

Wanita Ini Bisa Anyam 200 Nipah untuk Ketupat dalam Sehari

"Biasanya banyak yang pesan seminggu sebelum lebaran. Terkadang dari pagi sampai sore tak berhenti menganyam ketupat," ujarnya

Wanita Ini Bisa Anyam 200 Nipah untuk Ketupat dalam Sehari
SRIPOKU.COM/YULIANI
Mia, salah satu warga 3 Ulu Palembang saat sedang menganyam ketupat, Senin (19/6/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jemari Mia (25) tampak begitu cekatan merangkai daun nipah menjadi ketupat.

Tak sampai satu menit, satu ketupat berhasil dijalin dengan rapi.

Ujung nipah yang kelebihan pun dipotong agar tidak semrawut dan dijadikan satu dengan puluhan ketupat lainnya yang sudah jadi.

Warga Kelurahan 3 Ulu Palembang ini mengaku, puluhan tahun keluarganya dan warga sekitar sudah terbiasa menganyam ketupat.

Apalagi saat menjelang lebaran, produksi bisa di atas 300 buah untuk satu rumah.

"Biasanya banyak yang pesan seminggu sebelum lebaran. Terkadang dari pagi sampai sore tak berhenti menganyam ketupat," ujarnya saat ditemui Sripoku.com di kediamannya, Senin (19/6/2017).

Untuk bahan baku sendiri ia mengaku membeli per ikatan di laut.

Kata laut sendiri merujuk pada bantaran Sungai Musi yang tak jauh dari pemukiman mereka sehingga warga disana menjuluki sungai dengan laut.

"Satu kebat (ikat) besar harganya lima ribu. Kami pisahkan dulu dari lidi lantas dibersihkan. Hanya daun dengan kualitas baik dan lebar yang bisa dianyam menjadi ketupat," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Yuliani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help