SriwijayaPost/

Tiga Titik Jalur di Ogan Ilir Ini Rawan Lakalantas, Pemudik Harus Waspada

Setidaknya ada tiga titik rawan lakalantas di Jalur Mudik kawasan Palembang-Indralaya-Kayuagaung.

Tiga Titik Jalur di Ogan Ilir Ini Rawan Lakalantas, Pemudik Harus Waspada
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Usai menggelar apel pasukan Ramadniya di Mapolres OI, Bupati OI HM Ilyas Panji Alam, bersama Kapolres OI AKBP M Arief Rifai SIk, Dandim 0402 OI-OKI melakukan pemusnahan ratusan botol miras berbagai macam merk. 

SRIPOKU.COM,INDERALAYA--Kapolres Ogan Ilir (OI), AKBP M Arief Rifai SIk menghimbau kepada para pemudik agar waspada di saat melintasi tiga titik rawan terjadinya Lakalantas disepanjang jalur mudik Jalintim Inderalaya-Kayuagung, jalan raya Palindra serta Jalinsum Inderalaya-Prabumulih.

Hal inidisampaikan Kapolres OI usai menggelar persiapan apel gelar pasukan operasi Ramadniya 2017, Senin (19/6) di halaman Mapolres OI.

"Ya, setidaknya ada tiga titik yang rawan terjadinya Lakalantas antara lain di jalur Km 19 Pemulutan, Km 9 Palembang-Inderalaya serta Km 36 Inderalaya-Kayuagung," tutur AKBP Arief.

Dijelaskan AKBP Arief, ketiga titik yang rawan terjadinya Lakalantas tersebut, karena kondisi jalan yang lurus, serta tikungan yang tajam seperti di jalur Km 36 Inderalaya-Kayuagung.

"Mengapa saya katakan demikian, karena biasanya kalau jalan lurus itu, membuat pengendara kerapkali leluasa memacu kendaraannya tanpa memperhatikan akan bahaya. Ya, contohnya berusaha saling mendahului," ujar Kapolres OI.

Sedangkan, ditambahkan Kapolres, untuk titik yang rawan terjadinya kemacetan ada dua tempat antara lain yakni di Pasar Inpres Inderalaya dan Pasar Inpres Tanjung Raja. Karena, di dua tempat itu, berlangsungnya aktivitas perbelanjaan.

"Kemudian, untuk rawan tindak kriminalitas, alhamdulillah sejauh ini, boleh dikatakan tidak ada," ujar AKBP Arief seraya menyebut, akan tetapi kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai dengan cara melakukan kegiatan patroli rutin serta sosialisasi aplikasi "Polisi Wong Kito". "Kepada masyarakat pemudik jangan lupa menyimpan nomor-nomor penting," pinta Kapolres.

Sementara itu, operasi Ramadniya 2017 yang digelar, setidaknya melibatkan 238 personil gabungan terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, Sat Pol-PP, PBK, Dinkes dan siswa-siswi Pramuka.

Mereka ditugaskan selama 16 hari sampai dengan satu minggu usai hari lebaran di masing-masing titik jalan lintas pemudik yang melalui Kabupaten Ogan Ilir.

Berdasarkan pantauan, usai melaksanakan apel gelar pasukan Ramadniya 2017, selanjutnya dilakukan pemusnahan sebanyak 500 botol miras berbagai macam merek dan pemusnahan ribuan petasan.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help