SriwijayaPost/

Selama Ramadan Angka Kecelakaan di Sumsel Masih Tinggi

"Ini jadi pelajaran bagi pengendara, agar tidak memaksakan berkendara jika kondisi tidak memungkinkan atau sedang sakit," jelasnya.

Selama Ramadan Angka Kecelakaan di Sumsel Masih Tinggi
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Kombes Pol Raden Slamet Santoso 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selama Bulan Ramadhan 1438 Hijriah, angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah Sumsel masih cukup tinggi. Hingga H-7 lebaran, tercatat 26 korban meninggal dunia dan didominasi oleh pengendara roda dua.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Slamet Santoso SIk mengatakan selama awal Bulan Ramadhan, 26 Mei hingga 17 Juni 2017, ada 50 peristiwa kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Sumsel.

Kecelakaan itu menyebabkan 19 korban luka ringan, 31 luka berat dan 26 korban meninggal. Sementara bulan lalu tercatat 94 kejadian, 47 luka dan 34 korban meninggal.

"Angka lakalantas di Sumsel masih tinggi, sampai hari ini saja di bulan Juni ada 26 korban meninggal," ungkap Raden, Minggu (18/6).

Dikatakan, mayoritas korban adalah pengendara sepeda motor. Penyebabnya mayoritas karena tidak menguasai kendaraan, kecapekan, mengantuk dan bermaksud mendahului. Daerah terbanyak masih berada di Palembang, disusul Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Banyuasin.

"Ini jadi pelajaran bagi pengendara, agar tidak memaksakan berkendara jika kondisi tidak memungkinkan atau sedang sakit," jelasnya.

Slamet pun mengimbau kepada pengendara agar lebih mengutamakan keamanan dan keselamatan selama mudik lebaran nanti.

Sebab, pihaknya menyadari dengan ramainya arus mudik dan arus balik nanti, potensi terjadinya lakalantas akan lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.

Untuk itulah dibuat aturan, larangan pemudik menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh lebih dari dua jam.

"Kalau dipaksakan akan sangat rawan terjadi kecelakaan dan kita tidak ingin hal itu terjadi. Lebih baik pemudil pulang ke kampung halamannya dengan transportasi umum," pesannya.

Penulis: Darwin Sepriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help