SriwijayaPost/

Inilah Pengakuan Terdakwa Korupsi Dana Pajak Dispenda

Saya merasa dizholimi dan diskriminalisasi karena saya harus menanggung semua ini dengan penjara selama 8 tahun," keluh Efran

Inilah Pengakuan Terdakwa Korupsi Dana Pajak Dispenda
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Terdakwa Efran Kusnandar saat membacakan pledoi pada sidang lanjutan kasus korupsi dana pajak di Dispenda Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Sidang dugaan korupsi penggelapan pajak Dispenda hotel Jayakarta dan Sahid Imara kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (19/5).

Dalam sidang kali ini, mejelis hakim mendengarkan nota pembelaan atau pledoi dari terdakwa Efran Kusnandar yang pada persidangan sebelumnya dituntut 8 tahun penjara.

Saat membacakan pledoi terdakwa mantan kepala seksi (Kasi) penagihan Dispenda kota Palembang ini merasa telah dikriminalisasi oleh pimpinan atau kepala dinasnya.

Dimana diketahui uang sebesar Rp 2,1 miliar hasil dari penagihan pajak kedua hotel tersebut mengalir beberapa orang atas perintah kepala dinas saat itu.

"Semuanya sudah saya jelaskan pemakaian uang tersebut secara rinci dan ada bukti yang dilampirkan,  Jadi disini saya merasa dizholimi dan diskriminalisasi karena saya harus menanggung semua ini dengan penjara selama 8 tahun dan kena tindak pidana pencucian uang.  Seharusnya, pimpinan saya yang menyuruhnya juga harus dipenjara karena saya hanya diperintahkannya,"tegasnya.

Usai mendengarkan pledoi dari terdakwa Efran,majelis hakim yang diketuai JPL Tobing menutup jalannya persidangan dan akan dilanjutkan dengan agenda selanjutnya. "Sidang dilanjutkan 3 juli dengan agenda
mendengarkan tanggapan jaksa atau reflik," kata Tobing.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help