Polres Muaraenim Ancam Tindak Tegas SPBU Nakal

Jika ada pihak SPBU menimbun atau menjual secara besar-besaran kepada oknum warga seingga stok BBM habis maka akan ditindak tegas.

Polres Muaraenim Ancam Tindak Tegas SPBU Nakal
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
AKBP Leo Andi Gunawan 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Menjelang tujuh hari Lebaran (H-7), Kapolres Muaraenim meminta dan menghimbau kepada seluruh SPBU di Kabupaten Muaraenim untuk memenuhi stok BBM hingga tidak kosong dan langka.

"Saya himbau kepada SPBU untuk memenuhi stok sehingga tidak ada pemudik yang kesulitan mencari BBM," ujar Kapolres Muaraenim AKBP Leo Nadi Gunawan melalui Wakapolres Kompol M Adil, Minggu (18/6/2017).

Menurut M Adil, dari hasil rapat koordinasi beberapa waktu yang lalu dengan instansi terkait Pemkab Muaraenim, Pemkab PALI dan pihak terkait termasuk para pengelola SPBU, untuk bersama-sama melakukan antisipasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terutama para pemudik sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Namun khusus untuk pengelola atau pemilik SPBUagar bisa memenuhi stok kebutuhan BBM, sebab pihak PT Pertamina sudah menyatakan beberapun yang diminta oleh pihak SPBU mereka siap memenuhi.

Selain itu juga, kata M Adil, pihaknya mengingatkan kepada pemilik SPBU atau pengelolanya untuk jangan bermain-main dengan BBM, seperti menimbun atau menjual secara besar-besaran kepada oknum warga sehingga menyebabkan stok cepat habis.

Jika itu terjadi, pihaknya tentu tidak akan tinggal diam dan akan menindaknya melalui jalur hukum.

Mengenai adanya alasan pihak pengelola SPBU karena masalah anggaran tentu dimaklumi. Namun jika SPBU tersebut kekurangan anggaran untuk membeli stok bahan bakar, dirinya berharap Pertamina dapat menjadikan hal itu sebagai bahan penilaian dan evaluasi.

Sebab pengusaha SPBU tidak mungkin rugi, karena beberapapun stok BBM akan habis dibeli oleh masyarakat.

"Kita kalau stoknya habis karena dijual secara normal tidak ada masalah, tapi kalau dijual kepada oknum tentu akan kita tindak," tegas M Adil.

Masih dikatakan M Adil, pihaknya juga meminta kepada pengelola atau pemilik SPBU untuk menyiapkan rest area bagi para pemudik yang ingin beristirahat maupun beribadah. Sebab selama ini, para pemudik terpaksa beristirahat di dalam mushola sehingga ketika pemudik ingin sholat sudah tidak bisa lagi sebab sudah banyak ditiduri oleh pemudik yang beristirahat.

Sementara itu menurut Endang salah satu pengelola SPBU Kepur Muaraenim, bahwa pihaknya siap memenuhi kebutuhan BBM. Namun yang menjadi masalah saat ini, adalah masalah keuangan di intern perusahaan, sehingga mereka tidak bisa melakukan pemesanan BBM secara optimal. Dan imbasnya tentu stok BBM akan cepat habis.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved