SriwijayaPost/

Pelantikan Ilyas Pandji Alam Selaku Bupati OI Definitif Tinggal Menunggu Penyerahan SK

Menurut Joko, seingatnya untuk Ilyas Panji Alam ini tinggal menunggu jadwal penyerahan SK Mendagri dan kapan akan dilakukan pelantikan.

Pelantikan Ilyas Pandji Alam Selaku Bupati OI Definitif Tinggal Menunggu Penyerahan SK
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Plt Sekda Pemprov Sumsel, Drs. H. Joko Imam Sentosa, MM. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait adanya keberatan Kuasa Hukum Bupati Ogan Ilir (OI) non aktif Ahmad Wazir Nofiadi terhadap rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melantik Ilyas Panji Alam selaku pelaksana tugas (Plt) menjadi Bupati definitif, Plt Sekda Provinsi Sumsel Drs H Joko Imam Sentosa MM angkat bicara.

"Keberatan atau melakukan upaya hukum, silahkan saja. Saya kira Kemendagri punya pengkajian dan kewenangan. Kita Pemerintah Provinsi sifatnya, kalau itu sudah melalui pengkajian dan yang bersangkutan ditetapkan harus didefinitifkan, kita jalankan," ungkap Drs H Joko Imam Sentosa MM, Minggu (18/6/2017).

Menurut Joko, seingatnya untuk Ilyas Panji Alam ini tinggal menunggu jadwal penyerahan SK Mendagri dan kapan akan dilakukan pelantikan.

"Seingat saya begitu. Soalnya banyak surat-surat yang masuk," kata Joko.

Hal senada juga saat ditanyakan, Kabiro Pemerintahan dan Otoda Setda Pemprov Sumsel Drs H Amsin mengatakan masih menunggu proses untuk dijadwalkan dengan gubernur.

"Nanti, masih nunggu proses dijadwalkan oleh Pak Gubernur," katanya.

Pernyataan keberatan disampaikan Kuasa Hukum AW Nofiadi, Febuar Rahman, SH dan Dhabi K.Gumayra, SH, melalui surat terbuka Nomor: 35/Srt.Kl/FAG-P/VI/2017, perihal keberatan atas rencana pelantikan Ilyas Pandji Alam sebagai Bupati definitif.

"Berdasarkan pemberitaan di salah satu media cetak pada 13-14 Juni, diketahui bahwa Mendagri telah menerbitkan SK definitif dan melalui Gubernur Sumsel segera melantik Plt. Bupati OI (Ilyas Panji Alam) menjadi definitif. Berdasarkan hal itu, kami nyatakan sangat keberatan," kata Febuar.

Adapun yang menjadi alasan keberatan, jelas Febuar, bahwa Nofiadi melalui Kuasa Hukum telah mengambil upaya hukum atas pemberhentiannya sebagai Bupati OI periode 2016-2021.

Upaya itu dilakukan dengan menggugat Keputusan Mendagri RI No. 131.16 – 3030 Tahun 2016 tanggal 21 Maret 2016 tentang Pemberhentian Bupati OI Provinsi Sumsel di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (Nomor Perkara: 77/2016/PTUN-JKT).

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help