Ramadan 2017

Nikmatnya Pindang Umbut, Menu Takjil Khas Masyarakat Muaradua

Ketika dibincangi sripo, Eka seorang ibu rumah tangga sedang membeli pindang umbut rotan di pasar bedug Muaradua. "Ini sudah kebiasaan keluarga kita

Nikmatnya Pindang Umbut, Menu Takjil Khas Masyarakat Muaradua
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Lauk Umbut Rotan. : Menu lauk umbut rotan, di pasar bedug muaradua, Minggu (18/6/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Menu berbuka puasa tidak lengkap rasanya tanpa pindang umbut rotan. Seperti itulah yang dikatakan salah seorang pembeli di pasar bedug, pasar Muaradua, Minggu (18/6).

Ketika dibincangi sripo, Eka seorang ibu rumah tangga sedang membeli pindang umbut rotan di pasar bedug Muaradua.

"Ini sudah kebiasaan keluarga kita mas, kalau bulan ramadhan makan dengan lauk umbut rotan. Kalau makan dengan lauk daging dan ayam sudah biasa mas dan banyak di pasar, kalau yang ini istimewa,"ungkapnya sambil menunjuk lauk di pasar bedug muaradua..

Rasa pindang umbut rotan tersebut juga beragam, ada rasa pahit dan rasa gemuk, Rasa pahit memiliki kelezatan tersendiri tetapi kurang disukai anak-anak, tetapi memilik gizi yang tinggi, selain itu juga berguna untuk kesehatan.

Selain rasa pahit, ada juga yang dengan rasa gemuk, rasa gemuk biasanya lebih suka digemari oleh anak-anak, karena rasanya yang gemuk dan juga tidak kalah lezatnya dengan umbut lainya.

Setyo, warga desa Karet Jaya Kecamatan Buay Pemaca yang kerap kali mengambil umbut rotan dihutan.
"Ngambilnya jauh pak, di hutan belantara sana, tapi ada juga yang sengaja menanam untuk diambil umbutnya,"jelasnya pada sripo.

Menurut setyo harga yang ia jual dipasar Rp 40.000-Rp50.000 perbatangnya, dengan panjang satu meter.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help