SriwijayaPost/

"Bandar Sriwijaya", Nama yang Cocok untuk Pelabuhan Samudera Tanjung Carat

Menurut Idham, diusulkannya nama tersebut untuk melestarikan dan mengingat nilai sejarah dan kemasyuran nama Sriwijaya.

SRIPOKU.COM/ABDUl HAFIZ
Idham Rianom SSos 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pelabuhan Samudera Tanjung Carat supaya bisa cepat direalisasikan mengingat pelabuhan tersebut penyangga terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus dan diusulkan dinamai Bandar Sriwijaya.

"Kita mengusulkan ke pemerintah agar Pelabuhan Samudera Tanjung Carat diberi nama Pelabuhan Bandar Sriwijaya Tanjung Carat. Karena ini mengingatkan kita sejarah kebesaran kita Kerajaan Maritim Sriwijaya yang terkenal sampai ke Madagaskar," ungkap Ketua Forum Komunikasi Percepatan Pembangunan Sumatera Selatan Sejahtera (FKP2S3) Idham Rianom SSos, Minggu (18/6/2017).

Menurut Idham, diusulkannya nama tersebut untuk melestarikan dan mengingat nilai sejarah dan kemasyuran nama Sriwijaya.

"Tidak salahnya kita abadikan nama pelabuhan Bandar Sriwijaya. Ini kan nantinya menjadi pusat kegiatan ekonomi khusus arus barang dan hasil pertanian dan tambang yang akan dibawa ke luar negeri. Maupun dari luar negeri yang akan masuk ke Sumsel," kata Idham.

Terwujudnya ini kata Idham, tentu harus ditopang sarana dan prasarana jalan yang baik bagus dan mulus sesuai standar untuk truk kontainer bermuatan tinggi.

Dengan berbagai jaringan yang ada di tingkat nasional, Forum Komunikasi Percepatan Pembangunan Sumsel Sejahtera akan membantu perwujudan KEK dan realisasi pembangunan pelabuhan Samudera Bandar Sriwijaya Tanjung Carat.

Sebelumnya DPP FKP2S3 ini telah memberi masukan kepada Presiden RI Jokowi pada saat meninjau Karhutla di Sumsel, agar jangan banyak bertanya melainkan beri masukan.

"Dan pada saat itu kita sudah beri masukan lima langkah cara mengatasi Karhutla," ujar Idham Rianom yang juga Ketua DPD IACS Sumsel.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help