SriwijayaPost/
Home »

Pali

Awas! Kemarau 2017 Lebih Ektrem, Kabupaten Sudah Siapkan Ini

Untuk mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di bumi Serepat Serasan, Pemerintah Kabupaten PALI membentuk Desa Peduli Api di

Awas! Kemarau 2017 Lebih Ektrem, Kabupaten Sudah Siapkan Ini
KOMPAS.COM/AMRIZA NURSATRIA
Personel TNI dari Yon Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat mulai bertugas dalam pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2015). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

SRIPOKU.COM, PALI-Untuk mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di bumi Serepat Serasan, Pemerintah Kabupaten PALI membentuk Desa Peduli Api di seluruh desa yang ada di Kabupaten PALI.

Setiap desa beranggotakan minimal lima orang, yang mana tugas dari desa peduli api tersebut untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta jika pun nanti terjadi kebakaran cepat menginformasikan ke posko induk dan tangguh apabila terjadi kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI Junaidi Anuar menegaskan bahwa Pemda PALI sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati sangat serius dalam mencegah terjadinya Karhutlah.

"Berdasarkan SK Bupati PALI nomor 310/KPTS/BPBD/2017 per tanggal 11 April 2017, maka dibentuklah desa peduli api," kata Junaidi.

Tidak hanya desa peduli api yang kita bentuk, kita juga meminta seluruh instansi terkait, baik perusahaan, camat, dinas pemadam kebakaran, Dishub, Satpol PP serta dinas pertanian untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutlah di Kabupaten PALI.

"Dinas pertanian diminta membentuk kelompok tani peduli api, sementara dinas terkait lainnya diminta untuk sigap dan waspada. Untuk perusahaan, ditegaskan membuat posko dan mensosialisasikan ke desa-desa tentang larangan membakar lahan," katanya.

Junaidi juga memaparkan pihaknya saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar ke masyarakat.

"Karena peralatan yang minim, untuk itu kepada perusahaan perkebunan atau kehutanan serta Pertamina Pendopo untuk bahu membahu cegah karhutlah. Kalau terjadi kebakaran, sesegera mungkin kita padamkan bersama," jelas Junaidi.

Diakuinya, musim kemarau tahun 2017 ini akan lebih ekstrem dari musim kemarau tahun 2015 kemarin.

"Akan lebih panas dan lebih panjang, serta lebih kering. Kalau tahun 2015 kemarin, PALI masuk 8 kabupaten yang rawan karhutlah. Untuk itu, sejak dini kita minimalisir hal tersebut," tegas Junaidi.

Sebelumnya, Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony meminta untuk segera mencari solusi agar bagaimana upaya tentang pelarangan membuka lahan dengan cara dibakar, tetapi masyarakat bisa tetap bekerja.

Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help