SriwijayaPost/
Home »

Bisnis

» Makro

Kelangkaan Jagung di Keluhkan Peternak Ayam

Puluhan peternak ayam baik layer maupun broiler dari berbagai daerah berkumpul di Kantor Pusat Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog) pada Rabu (14/6/20

Kelangkaan Jagung di Keluhkan Peternak Ayam
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Ilustrasi - Sarina, peternak ayam di kawasan Talang Buruk Alang-alang Lebar Palembang.

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Puluhan peternak ayam baik layer maupun broiler dari berbagai daerah berkumpul di Kantor Pusat Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog) pada Rabu (14/6/2017).

Berita Lainnya:
Sering Jadi Camilan di Rumah, Benar Jagung Baik untuk Kesehatan!

Mereka melaporkan sulitnya mendapatkan jagung sebagai bahan baku pakan ayam. Selain itu, peternak juga mengeluhkan turunnya harga ayam hidup atau live bird pada tingkat peternak yang menyentuh Rp 12.000 hingga 13.000 per ekor.

Adapun harga tersebut jauh dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) pada tingkat peternak sebesar Rp 18.000 per ekor. Padahal peternak harus mengeluarkan ongkos produksi sebesar Rp 16.500 per ekor.

Suwardi peternak layer asal Kendal Jawa Tengah mengatakan, para peternak didaerah cukup kesulitan mencari jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.

"Jagung terlunta-lunta karena sejak 6 bulan kondisinya seperti itu (sulit didapat)," keluhnya saat audiensi dengan jajaran Direksi Perum Bulog di kantor Perum Bulog, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Suwardi mengharapkan agar pemerintah melalui Perum Bulog bisa memberikan solusi terkait kelangkaan jagung yang terjadi saat ini. Dengan itu para peternak berharap bisa mendapatkan kepastian ketersediaan jagung agar tidak mengganggu alur bisnis ternak unggas.

"Harapannya kami ingin jagung tetap tersedia, kasihan sekali peternak hanya (menyampaikan) melalui dan Bulog sebagai jembatan," katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, jagung impor sebanyak 200.000 ton yang didatangkan dari Brazil pada akhir tahun 2016 lalu belum tersalurkan seluruhnya.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sisa sebesar 62.000 ton jagung yang tersebar di gudang Bulog Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten dan belum terserap untuk keperluan pakan ternak.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help