SriwijayaPost/
Home »

Video

NEWS VIDEO SRIPO

Puas Saat Menjinakkan Ular Berbisa

"Kena patuk (digigit) pasti saat proses penjinakan. Dari ganas ke jinak mengalami dua kali patukan. Bentuk U yang tidak berbisa kalau berbisa berbentu

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Memiliki hobi pecinta reptil ternyata memiliki kepuasan tersendiri terutama saat mampu menjinakkan ular liar yang ganas.

Itulah yang diungkapkan Pardiansyah Romli MH yang juga Ketua Komunitas Sumsel Reptil saat diaambangi di rumahnya di Jl R Sukamto Lr Masjid No 157A depan SMK Telenika, Jumat (9/6/2017).

"Kepuasan melihara ular otomatis saat menjinakkan dari ganas ke jinak. Lagian ular itu makannya tidak setiap hari, melainkan mingguan. Nantinya ular itu mengalami ganti kulit (shadding) satu bulan sekali setelah makan. Saya sudah 6 tahun main ular," ungkap Pardi yag alumni magister hukum UMP.

Adapun yang mendorong Pardi menyukai hobi piara reptil ini lantaran memang karena di lingkungan rumahnya seberang Palembang Trade Centre (PTC) Mall ini banyak ular.

"Karena sering melhat cantik warnanya jadi punya keinginan. Namun mulanya harus mempelajari dulu membedakan mana ular berbisa dan tidak berbisa," kata Pardi yang sehari-harinya bertugas sebagai Staf UPT Dinas Pendidikan Kecamatan IB2.

Pardi, mengaku selama proses penjinakan ular liar dirinya harus siap-siap menerima patukan sebanyak dua kali.

"Kena patuk (digigit) pasti saat proses penjinakan. Dari ganas ke jinak mengalami dua kali patukan. Bentuk U yang tidak berbisa kalau berbisa berbentuk dua titik gigitan taring," aku Pardi.

Menurutnya akan terasa sedikit kewalahan kalau menangani spesial ular sawo besar ukuran 2 meter.

"Susahnya menghandel dan memegangnya. Suka berbalik, mematuk. Proses penjinakan sebenarnya sama. Sudah tenang dites tempat baru di dalam kandang. Kalau sudah mau makan sendiri artinya ular sudah menerima keadaan tinggal di kandang," terang Pardi.

Menurut Pardi, di komunitas tidak menjual reptil. Tapi ada tim rescue, kalau ada yang kemasukan ular di tempat tinggal bisa nelpon ke 08993657682.

"Kami akan datang membantu menangkap jenis reptil di pemukiman warga. Selama ini ular yang kami tangkap seperti cobra, piton, juga biawak. Bahkan ular 2 meter lebih di Kuto. Kita tidak memungut biaya. Namun masyarakat ada yang ngasih sebagai tanda terima kasih memberi uang pengganti bensin," kata Pardi.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: wartawansripo
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help