SriwijayaPost/

Awas! Jelang Lebaran SPBU dan Rumah Makan Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu

Kedua tempat ini dipilih karena memang perputaran uangnya cukup cepat, sehingga pegawainya kerap tidak fokus ataupun tidak sempat lagi mengecek keasli

Awas! Jelang Lebaran SPBU dan Rumah Makan Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Irawan David Syah, SH 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, pertukaran uang pecahan kecil untuk dijadikan sebagai tunjangan hari raya (THR) mengalami peningkatan cukup tinggi.

Kesempatan itu tidak jarang dijadikan oleh para pelaku pembuat uang palsu untuk melancarkan aksinya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Irawan David Syah, SH mengatakan, dari hasil beberapa kasus uang palsu yang pernah terungkap, para pelaku banyak menyasar penyebarannya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan rumah makan.

Kedua tempat ini dipilih karena memang perputaran uangnya cukup cepat, sehingga pegawainya kerap tidak fokus ataupun tidak sempat lagi mengecek keasliannya.

"Kedua tempat itu, selalu terjadi perputaran uang. Banyak juga warga yang hendak menukar uang pecahan untuk THR di SPBU," katanya, Senin (12/6/2017).

Untuk itu, David mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati jika melakukan penukaran uang.

Terlebih lagi banyaknya jasa pertukaran uang yang ada di pinggir-pinggir jalan.

Lebih baik menukarkannya di bank-bank terdekat yang sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia.

"Kalau dari Bank ya pasti asli, tapi kalau yang ada dipinggir jalan lihat dulu uangnya dari mana. Warga juga harus cerdas dengan 3 D, dilihat, diraba dan diterawang," jelasnya.

Menurutnya, para pemalsu uang sendiri paling banyak memilih pecahan Rp 50 ribu, karena memang lebih mudah dipalsukan dibandingkan pecahan Rp 100 ribu.

Kemudian, mungkin pelaku juga berpikir lebih baik memalsukan pecahan besar dibandingkan pecahan kecil seperti Rp 20 ribu hingga terkecil Rp 1000, sebab pasal yang akan diterapkan juga sama.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help