Mantan Perangkat Desa Diberhentikan Kades Datangi Kantor Inspektorat Ogan Ilir

Para mantan perangkat desa yang diberhentikan Kades Ketiau mendatangi Pemkab Ogan Ilir mempertanyakan laporan pengaduan mereka.

Mantan Perangkat Desa Diberhentikan Kades Datangi Kantor Inspektorat Ogan Ilir
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Sejumlah mantan pengurus perangkat Desa Ketiau Lubuk Keliat Kabupaten OI mendatangi kantor Inspektorat Pemda OI. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA -- Sejumlah warga Desa Ketiau Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendatangi kantor Inspektorat Pemerintah Daerah (Pemda) OI di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya, Jumat (9/6) pukul 10.00.

Kedatangan sejumlah warga Desa Ketiau ke kantor Inspektorat yang umumnya merupakan mantan perangkat Desa di-PAW mendadak tersebut, untuk mempertanyakan laporan pengaduan mereka terhadap Kepala Desa (Kades) Ketiau inisial Kr.

Mereka menganggap Kr semena-mena terhadap mereka yang seketika langsung diberhentikan dari jabatan Sekretatis Desa tanpa ada pemberitahuan dan musyawarah terbuka terhadap mereka.

Disamping itu juga, mereka menuduh kades yang bersangkutan inisial Kr telah menggelapkan satu bulan tunjangan honorer perangkat desa.

Seperti yang dikatakan Amran (34), mantan Sekdes Ketiau yang diberhentikan mendadak oleh Kades inisial Kr mengatakan dirinya bersama anggota BPD Ketiau Lubuk Keliat lainnya merasa tidak senang ada tindakkan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Kades inisial Kr.

"Dia (Kades Ketiau, red) memberhentikan para pengurus perangkat Desa tanpa ada musyawarah terlebih dahulu. Disamping itu juga, dia Kr telah menggelapkan satu bulan Tunjangan perangkat Desa," tutur Amran yang diamini oleh rekan mereka lainnya, Jumat (9/6) saat dibincangi sripo.

Ia menambahkan, apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak Inspektorat maka, ia akan mengadukan perihal ini kepihak Kepolisian.

Sementara itu, pihak Inspektorat Pemda OI melalui Huzaimi selaku Staff membenarkan pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari mereka yang mengaku mantan perangkat Desa Ketiau yang diberhentikan.

Menanggapi hal ini, Kades Ketiau inisial Kr mengakui bila dirinya telah melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) pengurus BPD Ketiau Lubuk Keliat.

Namun, tindakkan yang ia lakukan bukanlah tidak beralasan. Melainkan, mereka yang di-PAW-kan tersebut, selama ini tidak mengantongi SK sebagai pengurus BPD dan Sekdes Ketiau.

"Mereka yang saya PAW-kan, selama ini tidak mengantongi SK sebagai pengurus BPD Ketiau dari pergantian Kades periode sebelumnya. Disamping itu juga, saya tak ingin menyalahi aturan. Kemudian, terkait tuduhan penggelapan tunjangan honorer perangkat Desa, itu sama sekali tidaklah benar," ujar Kr seraya menyebut pembayaran gaji honorer haruslah memiliki SK yang jelas.

Sedangkan, selama ini mereka tidak mengantongi SK sebagai pengurus BPD. "Jadi bagaimana saya ingin membayarkan tunjangan mereka. Apa yang sudah saya lakukan ini, berdasar prosedur," ucapnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help