SriwijayaPost/

Hobi Pardi Ini Awalnya Ditentang Isteri dan Anak, Tapi Akhirnya Mereka Menerimanya

Komunitasnya ini kerap melakukan edukasi ke sekolah-sekolah TK-SMA. Memperkenalkan tentang reptil ada yang berbahaya dan yang tidak.

Hobi Pardi Ini Awalnya Ditentang Isteri dan Anak, Tapi Akhirnya Mereka Menerimanya
SRIPOKU.COM/ABDUl HAFIZ
Pardiansyah Romli MH menggendong ular piton bermain hewan reptil di ruang tamu bersama anak dan keponakannya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dari beberapa ular hewan reptil yang dipeliharanya, Pardiansyah Romli MH yang juga Ketua Komunitas Sumsel Reptil mengaku memiliki ular kesayangan bernama Waktung.

"Waktung ini singkatan dari wak buntung. Ini Retikulatus piton (ular sawah) yang diperoleh di rumah tetangga 4 tahun yang lalu. Panjangnya 2,75 meter. Buntutnya buntung kena kapak waktu masuk kandang ayam tetangga. Itu kesayangan sayang sudah. Dari Waktung itulah awal belajar ular ganas lokal. Awalnya ular liar itu kan stres saat dipindahkan ditempatkan di kandang tenang. Dikasih minum selama 3 hari yang agak gelap," ungkap Pardiansyah Romli.

Komunitasnya ini kerap melakukan soaialisasi edukasi ke sekolah-sekolah TK-SMA. Memperkenalkan tentang reptil ada yang berbahaya dan yang tidak.

"Setiap malam minggu ngisi acara sosialisasi di malam sabtu dan malam minggu. Selama puasa stop. Mulai 30 Juni mulai lagi di pendestrian Jl Jenderal Sudirman. Komunitas ini menggelar gathering rutin kumpul di BKB pada sore hari," kata Pardi.

Komunitas ini biasa kumpul dengan sesama pehobi ular, biawak. Sharing bagaimana cara menjinakkan. Para pencinta reptil mamperingati HUTnya ke-2 pada 16 Juni 2017.

Di samping memelihara ayam dan burung, Pardi memiliki hobi yang sedikit menegangkan bagi yang awam yakni keasyikannya bersama keluarga dengan peliharaan reptil.

"Di rumah ada beberapa ular dan biawak, cukup untuk mewakili hewan reptil. Saya pelihara reptil khususnya ular sudah 5 tahun terakhir karena ular sangat mudah dan makannya tidak tiap hari. Untuk pakan ular biasa tergantung ukuran mulai dari di bawah 1 meter sampai dengan ukuran 2 meter ke atas. Untuk ular retic alias ular sawah biasanya diperoleh dari masyarakat atau tetangga. Sedangkan kalau yang impor biasanya kita beli di luar daerah," kata Pardi.

Pakannya bisa tikus putih, anak ayam, burung puyuh. Tergantung ular ukuran ular peliharaan yang akan diberi makan. Kalau ular ukuran di bawah 1 meter biasanya tikus putih dan anak ayam.

Biaya pakan yang dikeluarkan tergantung berapa ular yang kita piara. Kalau 1 ular kecil saja biaya pakannya sebulan lebih kurang Rp 80 ribu. Vitamin biasanya untuk ular bisa minyak ikan atau curcuma plus untuk menjaga kesehatan sehingga tidak mudah terserang penyakit.

"Saya tergabung di Sumsel Reptil dan saya kebetulan sebagai Ketuanya, aktivitas kita sosialisasi dan edukasi ke sekolah dari Taman Kanak-kanak sampai dengan SMA.Untuk ke depan bisa jadi sebagai peluang mengahasilkan uang. Kita setiap minggu di Kambang Iwak dari jam 8 sampai dengan jam 12 siang.Kalau di komunitas kita tidak menjual, tapi kalau individu mungkin ada anggota kita yang jual tergantung jenis ular. Harganya bisa mulai dari Rp100 ribu hingga juataan rupiah," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help