DJP Sumsel Babel Kembali Sita Alat Berat Penunggak Pajak

Tindakan ini dilakukan juga untuk mengingatkan wajib pajak dalam memenuhi ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.

DJP Sumsel Babel Kembali Sita Alat Berat Penunggak Pajak
IST
Barang sitaan milik WP yang diamankan DJP Sumsel Babel dalam kegiatan sita serentak, Senin (5/6) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung (Sumsel Babel) kembali melakukan penyitaan aset Wajib Pajak (WP) yang menunggak.

Pelaksanakan penegakan hukum pajak melalui sita serentak tersebut digelar di Sumsel dan Bangka Belitung, Senin (5/6) kemarin.

Tindakan ini dilakukan juga untuk mengingatkan wajib pajak dalam memenuhi ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.

Kepala Kantor DJP Kanwil Sumsel dan Babel, M Ismiriansyah M Zain dalam keterangan persnya menjelaskan, Kegiatan tindakan penagihan serentak dalam bentuk “Sita Serentak” ini adalah salah satu langkah penegakan hukum perpajakan. 

Sesuai dengan Undang-undang nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, bahwa Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur, memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan dan menjual barang hasil sitaan. 

Sedangkan penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna dijadikan jaminan pelunasan utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

Kegiatan penagihan dalam bentuk “sita serentak” ini menyasar kepada wajib pajak, baik orang pribadi maupun berbentuk badan yang terdaftar di 13 Kantor Pelayanan Pajak (KPP)  di wilayah Kanwil DJP Sumsel Babel. 

"Jumlah tunggakan pajak sebesar Rp. 778,18 Juta dengan rincian Rp. 635 Juta untuk wilayah Sumatera Selatan dan Rp.143,18 Juta untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya

Selain itu, Pelaksanaan “sita serentak” ini telah dikoordinasikan dengan pihak keamanan setempat dan jajaran perangkat daerah sebagai saksi dalam pelaksanaan tersebut.

Ia pun menambahkan, tindakan penagihan dalam bentuk “sita serentak” ini akan terus dilakukan, sebagai bentuk penegakan hukum pajak masyrakat Wajib Pajak dapat lebih patuh dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya. (Cr26/Rel)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved