SriwijayaPost/

Barang Pemberian Mau Dijual, Abun Emosi Hingga Jebol Kontrakan Anak Angkat, Tapi Malah Begini

Abun emosi karena barang-barang yang dibelikannya untuk YN, malah akan dijual oleh IK, pacar anak angkatnya itu. "Aku terbawa emosi saja, sebab cowok

Barang Pemberian Mau Dijual, Abun Emosi Hingga Jebol Kontrakan Anak Angkat, Tapi Malah Begini
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Kapolsek Sako, Kompol A Firdaus SE, SH, MAH, meminta keterangan dari tersangka Abun di Kantor Polsek Sako, Selasa (6/6/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hanya gara-gara persoalan sepele,
Bune Adi alias Abun (54) nekad membobol kontrakan anak angkatnya, Yuni di Jalan Pangeran Ayin, Lr Malakaras, Rt1/Rw1 "Bedeng Bu Hellen", Kelurahan Sako Baru, Sako, Palembang, 25 Mei lalu.

Abun emosi karena barang-barang yang dibelikannya untuk YN, malah akan dijual oleh IK, pacar anak angkatnya itu.

"Aku terbawa emosi saja, sebab cowoknya itu mau jual barang-barang yang aku beri ke YN. Makanya aku bobol, aku ambil barang-barang di kontrakan itu," katanya ketika ungkap kasus di Polsek Sako, Selasa (6/6).

Dikatakan Abun, dia menyadari perbuatannya salah dan siap menanggung resikonya.

Sebab, barang-barang yang diambilnya itu bukan hanya pemberiannya saja yakni sound sistem aktif dan gitar, tapi juga barang lainnya, yakni surat tanah milik anak angkatnya dan laptop punya IK.

Makanya Abun mengaku menyesal telah berpikiran pendek, meskipun barang-barang yang diambilnya itu rencananya akan dikembalikan lagi.

"Tidak dijual, mau balikkin lagi, tapi sudah dilaporkan ke polisi duluan. Aku kenal dengan YN itu baru satu tahunan, dia bilang anak orang susah, makanya dijadikan anak angkat," kata warga 18 Ilir, Ilir Timur 1, Palembang.

Sementara Kapolsek Sako, Kompol A Firdaus SE, SH, MAH, mengatakan penangkapan tersangka ini berdasarkan laporan masyarakat bahwa terjadi pencurian di kontrakan kosong, yang sudah satu minggu tidak di tempati.

Namun keamanannya dipercayakan kepada IK, pacar dari YN yang sesekali memantau.

Namun saat ke TKP, ternyata dilihat kontrakan sudah terbongkar dan isi rumah sudah lenyap, seperti speaker aktif, gitar, laptop dan surat tanah.

"Tersangka ini mengangkutnya dengan mobil sewaan, dan dibantu oleh si sopir dan kernetnya," ucap Firdaus, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Mufli.

Dikatakan, pihaknya pun sudah mengkonfrontir keterangan tersangka dengan keterangan korbanbdan ternyata benar tidak ada komunikasi sebelumnya terkait pembobolan kontrakan tersebut, meski tersangka mengaku sudah bilang ini kost dan meminjam palu dan obeng untuk membobolnya.

"Atas perbuatan keduanya, tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana Pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," jelasnya. 

Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help