Breaking News

Waspadai Daging Oplosan, Harganya Lebih Murah

Pihaknya telah merencanakan untuk melakukan sidak ke pasar saka selabung, hanya saja masih menunggu konfirmasi dari dinas-dinas terkait.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Penjual Daging Sapi: Penjual Daging Sapi di Pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua, Senen (5/6/2017). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Pasca banyaknya oplosan daging sapi bercampur babi beredar di sejumlah Daerah. Warga minta pemerintah kabupaten melalui dinas terkait melakukan operasi daging di Pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua, Senin (5/6/2017).

Karena permintaan pasar yang meningkat di bulan suci ramadhan. Daging sapi rentan dioplos untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, akan tetapi biasanya kebanyakan dengan harga yang murah, yakni hanya Rp 70 ribu saja.

Akan tetapi bukan tidak mungkin untuk menutupi kecurigaan harga dipatok dengan tarif seperti harga normal biasanya.

Pantauan sripo di lapangan harga daging sapi di Pasar Tradisional Saka selabung Muradua, harga daging Rp125 ribu hingga Rp130 ribu rupiah perkilonya.

Melalui wawancara kepada pembeli mengenai daging oplosan yang marak terjadi di sejumlah daerah warga berharap adanya pemeriksaan di pasar tersebut.

Wati (36) salah satu desa Bumi Agung, sangat menghawatirkan mengenai daging oplosan yang ada di pemberitaan.

"Kita tidak tahu apakah daging yang kita beli daging oplosan atau murni daging sapi, kitanya berharap dinas terkait segera melakukan pemeriksaan." ujarnya, Senen (5/6/2017).

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah UKM perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) Makmun, S.Sos mengatakan pihaknya telah merencanakan untuk melakukan sidak ke pasar saka selabung, hanya saja masih menunggu konfirmasi dari dinas-dinas terkait.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved